Hai Steemian!
Kali ini saya menceritakan serunya menempuh perjalanan dari Meulaboh ke Kota Banda Aceh. Mungkin bagi steemian yang sering melintasi lintasan barat selatan aceh, perjalanan tersebut biasa saja.
Meulaboh- Banda Aceh jaranya sekitar 245 Kilometer, jika ditempuh perjalanan menggunakan kendaraan bermotor dengan kecepatan rata-rata 60 Km/Jam sekitar 4.5 jam perjalanan. Aspal lintasan barat selatan Aceh dijamin mulus, jadi kecepatan di atas ideal untuk perjalanan jauh, sambil menikmati pemandangan yang indah.
Saya baru saya melakukan perjalanan Meulaboh-Banda Aceh bersama steemian KSI bagian Barsela @agusnovic. Saya menempuh perjalanan menggunakan kendaraan bermotor. Disepanjang perjalanan kami sambil bercerita, tentang keindahan alam sepanjang perjalanan kami.
Harus kita akui, bahwa pemandangan barat selatan aceh begitu indahnya. Namun terkadang kita tidak menikmatinya atau acuh dengan alam yang indah di suguhkan sang pencipta di depan mata kita.
Gunung dan lautan penjadi pemandangan sepanjang perjalanan. Dari arah Meulaboh kita menoleh ke kiri pemandangan hutan pegunung yang hijau. Ketika menoleh ke kanan hamparan lautan samudera Hindia yang airnya begitu biru.
Selama perjalanan saya sempat singgah di beberapa tempat wisata yang menjadi primadonanya warga Aceh. Pasti setiap orang ingin pergi ke tempat wisata di bagian barat selatan aceh ini.
Saya juga sempat mengabadikan beberapa poto keindahan panorama alam selama perjalanan. Poto ini sebagai mewakili mata kita yang ingin menikmati ke indahan alam di sana. Khususnya bagi yang belum pernah ke sana.
Padalah wilayah yang saya lintasi ini merupakan daerah yang terkena dampak Gelombang tsunami 26 Desember 2004 silam. Hampir seluruh pesisir di daerah itu porak poranda di hantam gelombang maha dahsyat itu.
Setelah 13 pasca Tsunami, alam daerah barat selatan aceh kembali indah. Pepohonan kini mulai tumbuh kembali, laut menjadi begitu indah. Seolah tidak pergantian terjadi kerusakan apapun di daerah aceh bagian barat ini.
Karena keindahan alam yang begitu luar biasa. Patut saya beri nama Eropanya Aceh.