walau aku tak lagi indah tapi tetaplah pandangi aku
dari tempatmu berdiri, dari hatimu saja
karena engkaulah yang telah melukis lengkung sabit itu
waktu gelap menyelimuti malam-malam
sahabat
tetaplah disana, tertawalah terus
karena aku senang melihatnya dari sini
bersabarlah pada diam ku
atau pada dinding yang terus membisu
tolong pahami aku, tidak hanya pada waktu surutku
tapi juga pada saat pasangku
sahabat
aku rindu pada apa yang disebut setia
walau aku berlari menjauhinya
---