Kekasihku dan Kopi

dekya11(36)
Published in
#coffee
Words
256
Reading
2 min
Listen
Play
9y

image

Kapan terakhir kalian merindu? Merindu entah pada apapun itu. Sebab merindu tak melulu dengan kekasih bukan? Sahabat, teman, keluarga atau siapapun itu. Ya, namanya juga merindu. Setiap orang pasti sering merindu seperti halnya aku malam ini. Ku merindui sesuatu sebagai kekasih yang setia. Kekasihku yang satu ini lebih setia dibanding dengan para pecundang di luar sana. Sebab, kekasihku ini tak pernah berdusta tentang sebuah rasa.

Kekasihku ini sangat istimewa dan aku berusaha tak melepaskannya demi alasan apapun terkecuali memang aku tak bisa melihatnya dan menikmatinya lagi. Sebab, kekasihku ini mengajariku bagaimana hidup selalu ada dua sisi yang berlawanan. Pahit dan manis. Bergantung pada situasi dan kondisi yang menjadi penentu hidup ini. Tapi tenang, kekasihku ini tak pernah berkhianat sekalipun aku abaikan.
Pernah suatu hari aku memilih susu panas ketimbang dirinya, tapi dengan setianya dan masih tetap setia menungguku untuk kunikmati kapan pun dan dimana pun. Mungkin inilah salah satu alasan mengapa aku masih bertahan. Bayangkan saja, bagaimana aku bisa melepaskan kekasih yang paling setia di dunia ini? kurasa.

Terakhir kali merindu? Kepada siapa?

Kekasihku dan kopi. Sungguh kemesraan yang aneh. Sama seperti salah satu tulisan dalam buku JDB (Judul di Belakang) yang diterbitkan oleh kanotbu@kanotbu yang berjudul "rokok dan kopi", dan gabrielmiswar@gabrielmiswar sebagai penulisnya.
Tulisan tersebut berbunyi;

Kamu perokok dan suka minum kopi, tentu dapat merasakannya. Sulit ditulis kata-kata memang. Apalagi di kala hujan. Kopi dan rokok akan tambah lebih nikmat.

Begitu pun halnya kamu punya kekasih dan suka minum kopi, kamu akan merasakannya. Apalagi dikala hujan, kekasih dan kopi dapat membuatmu hangat yang kenikmat-nikmatan. 😁

Kekasihku dan Kopi | Ecency