Perikehidupan: Perkenalan untuk Steemit

Words
241
Reading
2 min
Listen
Play
9y

Saya lebih suka dipanggil “Bung” di depan nama; Bung Alkaf. Dari nama lengkap saya, Muhammad Alkaf. Ada kesan egaliter terselip dari frasa tersebut. Lahir di Montasiek, Aceh Besar. Dua tahun kemudian, keluarga saya pindah ke Banda Aceh. Hampir seluruh hidup saya habiskan di Aceh, terutama Banda Aceh. Kecuali ketika melanjutkan pendidikan ke Jogjakarta.

Pendidikan yang saya tempuh bergeser ketika sampai sekolah menengah atas, lalu masuk IAIN/UIN dalam melanjutkan pendidikan tinggi. Aktif juga berbagai lembaga studi, seperti di Aceh Institute. Dan kini, bersama teman-teman, mendirikan sebuah penerbit dan kelompok studi yang kami beri nama Padebooks.

Ketika menulis perkenalan diri ini, pikiran saya melayang. Entah kemana-mana. Lalu jatuh kepada salah satu hobi: membaca biografi orang (yang sudah) besar. Besar dalam sejarah seta ukses menaklukkan dunia.

Biografi dari orang-orang besar itu memberi saya kesimpulan, bahwa mereka punya cerita yang sama dengan orang kebanyakan. Datang dari kampung – satu dua yang memang anak gedongan. Susah di masa kecil. Lalu berjuang berpeluh untuk memperbaiki hidup. Ada jatuh bangun. Dan, ujungnya di masa tua jadi orang sukses. Semua orang, tidak semua kecuali pada bagian terakhir, menjalani kehidupan demikian.

Namun, tidak semau orang pun dapat bercerita seperti itu. Ada yang tidak mau membagi tentang cerita dirinya. Atau ada pula yang tidak tahu harus bercerita apa. Jadi dunia sini seperti panggung besar. Dimana setiap orang berlomba mengisi setiap fragmen yang ada.

Maka itulah mengapa Steemit menjadi penting, karena mampu menyediakan panggung kepada siapa saja untuk bercerita dan mengekalkan hidupnya.

Perikehidupan: Perkenalan untuk Steemit | Ecency