Jangan “Menzinai” Hutan

Words
469
Reading
3 min
Listen
Play
9y

Jangan “Menzinai” Hutan

bukharisulaiman@bukharisulaiman

Hai...Sahabat Steemian!
Semoga teman-teman dalam keadaaan sehat semuanya.

Beberapa hari yang lalu Curator Indonesia bang aiqabrago@aiqabrago mengajak para Steemians untuk mengikuti perlombaan, dalam tantangan tersebut tema yang diperlombakan tentang “Alam Kita”. Ini menjadi salah satu cara mengkampayekan bagi masyarakat pentingnya kesadaran dalam melestarikan alam dan menjaga lingkungan.

Baiklah, begini ceritanya :

Pagi itu kami menulusuri jalan setapak yang dibangun oleh para pelaku Illegal Logging, Terlihat pepohonan yang besar disepanjang jalan, puluhan suara burung juga terdengarkan diteliga kami, lika liku perjalanan juga kami pertaruhkan. Itulah yang saya dan teman-teman alami ketika menempuh perjalanan menuju ke tempat air terjun tujuh bidadari di Kecamatan Geureudong Pasee Kabupaten Aceh Utara beberapa waktu yang silam.

Pada awalnya keberadaan air terjun tersebut diketahui oleh pekebun dan para pencari kayu Illegal Logging, padahal itu merupakan kawasan hutan lindung yang harus di jaga dan dilestarikan oleh insan yang hidup di muka bumi. Biarlah alam hidup dengan sendirinya, itulah perkataan “Nek TU” (Nenek Moyang) kita dahulu kala.

Perambahan hutan yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab akan mengakibatkan “vatal” bagi manusia dan penghuni hutan. Keberlangsungan kehidupan fauna dan flora akan punah ketika manusia “Menzinai” hutan. Saya salah satu dari sekian orang yang mengecam tindakan tersebut.

Allah sudah berfirman dalam Al-quran [ar-Rûm/30:41] yang menjadi panutan bagi ummat Islam.

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Telah nampak kerusakan di darat dan di lautan akibat perbuatan tangan manusia, Allah merasakan kepada mereka sebagian dari perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar [ar-Rûm/30:41]
Sumber

Dalam ayat tersebut dapat kita simpulkan bahwa penyebab utama semua kerusakan yang terjadi di muka bumi dengan berbagai bentuknya adalah perbuatan buruk yang dilakukan oleh manusia

Imam Abul Aliyah ar-Riyahi dalam tafsirnya mengatakan, Barangsiapa yang bermaksiat kepada Allah di muka bumi berarti dia telah berbuat kerusakan di muka bumi, karena bumi dan langit itu baik dengan sebab ketaatan.

Imam asy-Syaukani rahimahullah juga menafsirkan ayat di tersebut, menurutnya Allah menjelaskan bahwa perbuatan syirik dan maksiat adalah sebab timbulnya berbagai kerusakan di alam semesta.

Beranjak dari ayat diatas maka kesadaran untuk melestarikan alam dan menjaga lingkungan harus kita kampayekan bersama-sama karna alam akan kita wariskan kepada anak cucu kita kelak.

Pesona alam alam yang masih alami membuat saya dan teman-teman betah disana. Rasa lelah yang dirasakan selama 09 Jam jalan kaki tersembuhkan dengan pesonan alam yang masih alami. Ada tujuh tingkat air terjun tersebut, dari tingkatan pertama dan seterusnya sekitar 5 Meter, beranjak dari situlah masayarakat disana menamakannya dengan air terjun tujuh bidadari.


Sumber Foto

Waktu itu kami bermalam disana, saat beranjak untuk istirahat kami merdengarkan suara air yang mengalir begitu nyaman untuk didengar. So, kalau teman-teman Steemians belum pernah kesana, saya bisa pandu. hihihi

Terimakasih para donatur dalam challenge ke 10 ini, Thanks You donkeypong@donkeypong papa-pepper@papa-pepper aiqabrago@aiqabrago levycore@levycore dan jondahl@jondahl.

Salam
bukharisulaiman@bukharisulaiman

#Saveairterjun7bidadari

Jangan “Menzinai” Hutan | Ecency