Masih mengenai garis-garis romansa alam. Aku begitu takjub dan bahkan begitu agung menatap lukisan Tuhan yang satu ini. Ya, ini tentang alam. Saban waktu semakin terkikis kapasitas luasnya, saban waktu semakin berkurang pasirnya, saban waktu yang terus diambil isi perutnya. Tak ada raut murka di wajah lukisan ini. Ya, ini tentang alam.
Kau lihat? Harus bagaimana caranya mengucap syukur dengan lanskap biru muda ini?
Kurasa, tak ada dari kalian yang mampu menciptakan takjubnya sebuah foto yang lebih dari pada ini.
Di sisi lain, pula Tuhan begitu baik pada kita. Bagaimana tidak, setiap perjalanan akan meninggalkan sepotong kenangan meski hanya sebatas matamu yang berlalu. Begitulah wujud dari yang Maha Agung. Pandai-pandailah kita menjaga Marwah alam, menjaga kelestarian buana, menjaga hijau hutan belantara.
Hidayatullah Habibi