Night bonfire night campfire is event awaited by member Scout in any event camp. the absence of activities campfire, a activities camp will feel like a vegetable without Salt.
Therefore, activities campfire the activities of the most in waiting by the entire Scouts. in the education scouting, activities campfire as a means to:
warm the body of the cold weather when camping outdoor or in the mountains
revive the spirit of member Scout after following a series of events that lasted a few days, with the gathered together and container for each other beranjangsana
night excitement, ie the night closing activities campsite filled in the event the appearance of performing Arts, whether song, dance, etc. but not so experienced members Scout misunderstood the high school in the city lhokseumawe, Aceh - Indonesia.
After the procession of ignition camp fire, and fire started lap, as well as member Scout are excited, without them realize, flares resembles a figure creatures standing. (figure of the creature was recorded camera author).
Soon, some members of the Scout suddenly screaming hysterical while thrashing. instantly suasanapun be boisterous. member Scout including trustees topsy-turvy and panic running.
Some of approaching member Scout that hysterical provide relief. some time later, the atmosphere panic back controlled, after the paranormal managed to drive the spirit of fine had residing in the body some members Scouts of it. night campfire was forced to be terminated soon schedule had determined.
Malam Api Unggun
Malam api unggun adalah acara yang ditunggu oleh anggota Pramuka dalam setiap kegiatan perkemahan. Tanpa adanya kegiatan api unggun, sebuah kegiatan perkemahan akan terasa bagaikan sayur tanpa garam. Oleh karenanya, kegiatan api unggun merupakan kegiatan yang paling di tunggu-tunggu oleh seluruh Pramuka.
Dalam pendidikan kepramukaan, kegiatan api unggun sebagai sarana untuk:
Menghangatkan tubuh dari cuaca dingin ketika berkemah di alam terbuka atau di daerah pegunungan
Membangkitkan kembali semangat anggota Pramuka setelah mengikuti serangkaian kegiatan yang berlangsung beberapa hari, dengan berkumpul bersama dan wadah untuk saling beranjangsana.
Malam Kegembiraan, yakni malam penutupan kegiatan perkemahan yang diisi dengan acara penampilan pentas seni, baik itu nyanyian, tarian, dll.
Namun tidak demikian yang dialami anggota Pramuka disalah satu sekolah menengah atas di Kota Lhokseumawe, Aceh - Indonesia.
Setelah prosesi penyulutan api unggun, dan api mulai menjilat-jilat, serta anggota Pramuka sedang gembira, tanpa mereka sadari, jilatan api menyerupai sesosok makhluk yang sedang berdiri. (Sosok makhluk tersebut sempat terekam kamera penulis).
Tak lama kemudian, beberapa anggota Pramuka tiba-tiba menjerit histeris sambil meronta-ronta. Seketika suasanapun menjadi riuh. Anggota Pramuka termasuk Pembina kocar-kacir dan panik berlarian. Sebagian mendekati anggota Pramuka yang histeris memberikan pertolongan.
Beberapa waktu kemudian, suasana panik kembali terkendali, setelah paranormal berhasil mengusir ruh halus yang sempat bersemayam di tubuh beberapa anggota Pramuka itu.
Malam api unggun pun terpaksa harus diakhiri segera dari jadwal yang telah ditentukan.