Masih Cucu Teri

bate(48)
Published in
#goodkarma
Words
311
Reading
2 min
Listen
Play
9y

Indahnya bagi pemula adalah ketika balasan pasword yang masuk ke inbox gmail. Girang bukan kepalang, tidak ada lagi hal yang dibayangkan kecuali sesuatu hal yang menarik untuk memperkenalkan diri di komunitas steemit ini.
Ada lagi yang lebih lucu, sebagai pemula langsung membuat postingan yang harapannya hanyalah mendapatkan voting dari stemians.
Sebenarnya itu semua hal yang wajar bagi mereka yang masih pemula, belum begitu tau dan paham bagaimana steemit. Termasuk saya.
Namun ketika melihat tranding topik, banyak dolar yang dihasilkan, para pemula ini langsung berpikir serta sedikit bertanya-tanya didalam hati, kenapa mereka bisa?
Mereka kembali lagi dengan postingan yang telah mereka posting, sudah 1 hari, berlanjut ke 2 hari, bahkan ada yang sudah lewat dari seminggu lamanya akan tetapi kenapa masih receh, receh dan receh.
Saudaraku seperjuangan dan sebaru dalam steemit, mereka duluan makan asam garam, mereka duluan melihat dunia maya ini.
Tidak jauh berbeda dengan anak bayi yang baru lahir, hanya bisa menangis ketika lapar, haus dan merasa sedikit tidak nyaman. Begitu juga dengan kita yang baru ini, belajar dulu, baru bisa melampaui apa yang telah mereka dapatkan seperti yang kita lihat sekarang ini.
Tetapi timbul lagi pertanyaan yang saya juga sebagai pemula belum mampu menjawabnya, jika bukan mereka yang sudah besar dan sudah lama berkecimpu di sini yang membantu dan menuntun untuk menjadi besar, lalu siapa lagi?
Apa mungkin sesama pemula? Mungkinkah teri makan teri?
Dinamika perjalanan di steemit ini tak jauh berbeda seperti dilautan sana. Layaknya ikan paus yang makan hiu, sudah pasti hiu membalasnya kepada ikan tongkol atau ikan yang lebih lemah dan lebih kecil dari padanya. nah, bagaimana dengan tongkol? Apa yang akan dia makan? Sudah tentu yang juga lebih kecil dari pada dirinya.
Hingga sampai pada ikan teri, apa yang akan dia makan jika ikan yang lebih besar tidak meninggalkan sisa dari santapannya?
Apa ia teri harus memakan cucu teri?

sudahlah, mungkin ini hanya hiburan dunia..

Masih Cucu Teri | Ecency