Gerobak-gerobak itu berdiri berjejeran disana bukan tanpa alasan dan tujuan,pemilik nya hanya ingin mencari sesuap nasi untuk diri dan untuk tanggung jawab nya,sama seperti pejabat-pejabat yang ada dibawah atap mewah sama-sama pemakan nasi,cuma keburuntungan lebih berpihak kepada bapak-bapak,tapi itu tidak akan terpikir kan lagi saat nafsu ingin kan sesuatu yang sebenar tidak di perlukan menguasai pikiran anak adam.