Kalimatmu pedas

Words
406
Reading
2 min
Listen
Play
9y

Hai steemians
Apa kabar hari-harimu? Semoga selalu dalam keadaan sehat dan gembira
Jaga kesehatan dan selalu bersemangat untuk konsisten di steemit@steemit
Tetaplah riang dan gembira untuk menghibur steemians@steemians dengan karya yang the best
Di steemit@steemit kita bisa berkarya, di steemit@steemit kita pandai, di steemit@steemit kita saling mengenal.

Kali ini saya akan mengenalkan sastrawan legendaris dari indonesia@indonesia ialah W.S. Rendra yang memiliki nama asli Willibrordus Surendra Broto Rendra, lahir di Solo, Hindia Belanda, 7 November 1935 – meninggal di Depok, Jawa Barat, 6 Agustus 2009 pada umur 73 tahun beliau adalah sastrawan berkebangsaan Indonesia. Sejak muda, dia menulis puisi, skenario drama, cerpen, dan esai sastra di berbagai media massa. Pernah mengenyam pendidikan di Universitas Gajah Mada, dan dari perguruan tinggi tersebut dia mendapat gelar Doktor Honoris Causa.



Sastranya yang mengkritik pedas para wakil rakyat yang menyimpang, membuatnya pada masa itu banyak menerima terror, cekalan dari berbagai pihak.
Dalam puisinya yang di nyanyikan musisi maestro indonesia@indonesia iwanfals@iwanfals menjadikan syairnya semakin hidup, serasa memiliki jiwa.

{Iwan fals, W.S. Rendra, Sawung Jabo}

"PAMAN DOBLANG"

Paman Doblang paman Doblang
Mereka masukkan kamu kedalam sel yang gelap
Tanpa lampu tanpa lubang cahaya
Oh pengap

Ada hawa tak ada angkasa ( terkucil )
Temanmu beratus ratus nyamuk semata ( terkunci )
Tak tahu kapan pintu akan terbuka
Kamu tak tahu dimana berada

Paman Doblang paman Doblang
Apa katamu?

( ...Ketika haus aku minum air dari kaleng karatan
Sambil bersila aku mengarungi waktu
Lepas dari jam, hari dan bulan Aku dipeluk oleh wibawa... )

Tidak berbentuk, tidak berupa, tidak bernama
Aku istirahat disini
Tenaga gaib memupuk jiwaku

Paman Doblang paman Doblang
Di setiap jalan menghadang mastodon dan srigala
Kamu terkurung dalam lingkaran
Para pangeran meludahi kamu dari kereta kencana

Kaki kamu dirantai kebatang karang
Kamu dikutuk dan disalahkan tanpa pengadilan
Paman Doblang paman Doblang
Bubur di piring timah didorong dengan kaki kedepanmu

Paman Doblang paman Doblang
Apa katamu?

Kesadaran adalah matahari
Adalah matahari adalah matahari

Kesabaran adalah bumi
Adalah bumi adalah bumi

Keberanian menjadi cakrawala
Menjadi cakrawala menjadi cakrawala

Dan perjuangan
Adalah pelaksanaan kata kata
Adalah pelaksanaan kata kata

Kesadaran adalah matahari
Adalah matahari adalah matahari

Paman Doblang paman Doblang
Apa katamu?

Dalam syair tersebut menceritakan sosok yang kritis membela hak rakyat kecil namun berakhir di penjara.

Mari kita lanjutkan perjuangan beliau untuk membela hak rakyat, peka terhadap keadaan sekitar yang membutuhkan.

Berikan upvote@upvote jika menyukai karyaku, komentar dan kritiklah jika ada kekurangan untuk perbaikan penulis. Silahkan berkunjung ke akun ku
PENULIS
Aku azam367788@azam367788

Kalimatmu pedas | Ecency