Setiap umat islam di dunia ini pasti rindu untuk bisa mengunjungi Baitullah. Bagi mereka yang belum pernah, tentu menjadi angan-angan dan kepenasaran yang besar. Terutama keinginan untuk menyaksikan secara langsung tempat kita menghadap dalam shalat sehari semalam. Dan bagi mereka yang sudah mengunjunginya ternyata tetap saja rindu untuk bisa kembali lagi.
Saat kita menuju ke Baitullah pada hakikatnya bukan sedang pergi melainkan sedang pulang. Karena di sana kampung halaman kita. Tak heran kerinduan untuk mengunjungi Baitullah senantiasa menyelimuti umat islam di seluruh dunia.
Begitu juga dengan saya, karena sejak saya kecil usah bercita-cita untuk pergi ke sana. Tetapi alhamdulillah juga biar pun saya belum pernah kesana, ibu saya sudah menginjak kaki di kota suci madinah munawwarah, kota suci yang bercahaya untuk beribadah umrah, bersama keluarga besar dari ibu saya, kakak dan adik ibu saya pun ikut umrah tidak ketinggalan sepupu saya juga rata-rata banyak yang ikut. Terasa sedih saya karena belum mampu berkunjung ke rumah allah.
Sepulang ibu dari tanah suci, saya yang paling banyak bertanya tentang perjalanan umrah beliau. Waktu disana juga ada komunikasi melalui handphone tapi saya tidak banyak bertanya takut terganggu ibadah umrah ibu. Ibu saya menceritakan perjalanan rohani selama menjalani ibadah di mekah dan madinah.
Waktu ibu sebelum berangkat saya sudah pesan duluan sama ibu jangan lupa foto bangunan mesjid nabawi. Ternyata ibu tidak lupa dan beliau sendiri merasa kagum dengan keindahan mesjid nabawi.
Ketika beliau memasuki kota suci madinah pada waktu malam hari dan beliau menyaksikan mesjid nabawi dari kejauhan terlihat keindahan mesjid itu dengan menara-menara menjulang tinggi. Menara yang menyorotkan sinar putih terang benderang. Pemandangan mesjid nabawi pada malam hari mencerminkan nama madinah munawwarah yang berarti kota bercahaya.
Kata ibu begitu beliau melihat mesjid nabawi luar biasa indahan, kenyamanan dan kemegahan. Belum lagi kata beliau dengan arsitektur bangunan mesjid yang sangat indah dan menawan. Mendengar cerita ibu, makin bertambah kerinduan hati saya untuk melangkah ke sana.
Semoga allah melimpahkan rezeki yang lebih, biar saya bisa mengejar impian dan keinginan saya dari kecil menunaikan ibadah haji ataupun umrah.
Salam sayang @ayuni83