Assalamu'alaikum wr.wb
Selamat malam teman-teman
"Tuhanku, akulah hamba yang fakir/miskin di dalam kekayaanku ini, maka bagaimanakah tidak akan merasakan kefakiran dalam kefakiranku" ( Salah satu doa munajah syeh Ibnu Ataillah)
Berdasarkan doa mulia tersebut, saya mencoba membuat puisi berkenaan dengan tema tersebut.
Saya, hamba-Mu
Saya makhluk-MU
Saya adalah manusia
Saya dilebihkan dari makhluk lain
Saya, belum tenggelam dalam kolam hamba
Saya, belum meniti kemakhlukan
Saya, belum memanusiakan diri
Saya, keras hati padahal telah Engkau lebihkan
Saya memang kaya dalam syariah-MU
Saya papa dalam mengejar Ridha-MU
Saya senang dilangitkan
Saya marah dibumikan
Kekayaanku dalam kemiskinan cinta pada-MU
Kegagahanku dalam menginkari-MU
Engkau langitkan diriku dala kekayaan
Saya menukik ke tanah gersang
Tahun berlalu
Tanpa gunung emas di qalbu
Detik berlalu sibuk selain dengan-MU yang binasa
Mengikatku dengan paku kefanaan
Saya memiliki apapun yang menjadi kebutuhanku. Ada nasi dan air untuk mengganjal perut bahkan tekadang dan sering karena nasi dan air membuatku semakin lalai mengingkari-NYA dengan memandang lawan diri walaupun lewat layar kaca televisi, laptop, notebook, handphone, reklame yang malu tuk kuuraikan setapak demi setapak.
Source: https://pixabay.com/en/person-human-child-girl-dress-hat-916181/
Saya selalu miskin butuh kepada-Mu. Dalam kemiskinanku yang memang nyata miskin sehingga jembatan berhajat setiap saat kutapaki.
Sekian