Ketika menghadiri acara meet up akbar Komunitas Steemet Indonesia (KSI) Chapter Banda Aceh pada Sabtu, 13 Januari lalu, ada poin penting yang saya garisbawahi dalam pertemuan tersebut. Acara meet up yang bertajuk "Steemit Happiness" yang diadakan di Kantor Aceh Trend, di Desa Tibang tersebut menghadirkan dua kurator Indonesia, yaitu Bang @aiqabrago dan Bang
@levivorce. Tidak hanya itu, Steemians sekaligus penulis cantik dari Bandung, Kak
@mariska.lubis yang sudah malang melintang di dunia Steemit juga bergabung pada acara meet up KSI tersebut. Pak
@rismanrachman, salah satu steemians senior Aceh juga memandu acara dengan sempurna dan dibantu oleh Bang
@orcheva dan
@kemal yang membuat acara semakin mantap djiwa.
Sebagai seorang newbie yang akunnya baru aktif 10 hari belakangan ini, tentu banyak pembelajaran yang saya dapat dari senior yang sudah lebih dulu merasakan pahit manisnya bergabung di steemit. Sebagai sebuah platform baru sosial media, Steemit menawarkan sesuatu yang memberikan keuntungan bagi penggunanya. Dollar adalah salah satu alasan kunci yang kemudian berhasil menarik minat masyarakat untuk bergabung di Steemit. Hal ini tentu berbeda dengan sosial media lainnya yang hanya menjadikan penggunanya sebagai “orang luar” dan pelengkap derita yang memakai aplikasi buatannya.
Namun dalam praktiknya, banyak newbie yang menjadikan dollar sebagai ekspektasi utama untuk bergabung di steemit. Sebagai pendatang baru, ekspektasi terhadap dolar menjadi penting untuk dikelola secara bijak. Saya mencoba mengelola ekspektasi ini agar tidak tersesat dalam panjangnya perjalanan Steemit yang masih harus diretas. Jadi ketika bertemu dengan kurator dan Steemians senior ini, hal pertama yang saya tanyakan adalah: hal menyakitkan apa saja yang pernah mereka terima ketika bergabung di Steemit. Pertanyaan ini menjadi penting karena boleh jadi kita hanya melihat hasil dollar yang mereka dapatkan, tapi mengabaikan proses menyakitkan yang telah mereka lalui.
Dari pemaparan Steemians senior ini saya menangkap bahwa sabar adalah pil utama yang harus dimiliki oleh newbie. Dalam perjalanannnya, banyak orang yang harus berguguran di tengah jalan karena melihat rewards postingannya yang hanya duduk pasrah di angka $0,03. Para newbie pun galau dan memilih untuk mundur teratur dalam barisan. Maka dalam hal ini, bijak mengelola ekspektasi adalah hal penting yang harus dilakukan oleh steemians agar tidak “mati” sebelum waktunya.
Selain sabar, konsistensi juga hal penting yang harus dimiliki oleh seorang newbie. Jika ingin reputasinya meningkat tajam, maka memosting satu tulisan atau gambar per hari adalah selemah-lemah iman tindakan yang harus dilakukan oleh seorang newbie. Hari ini kita boleh saja melihat sosok @aiqabrago,
@levycore,
@mariska.lubis,
@orcheva,
@rismanrachman,
@kemal, dkk berada pada titik yang mengagumkan karena sukses mendulang kucuran dollar. Namun pertanyaannya, berapa banyak orang yang mau melihat prosesnya dan melihat hal menyakitkan apa saja yang pernah mereka terima. Karena poinnya adalah sehebat apa pun mereka hari ini, mereka pernah menjadi seorang newbie. Mereka pernah melewati masa-masa rewards postingan yang tidak beranjak dari $0,03.
Dan hari ini, para Steemians tersebut bisa berdiri gagah karena telah berhasil menelan pil sabar dan konsistensi dari hal-hal menyakitkan yang pernah mereka terima. Maka ketika bertemu dengan Steemians ulung ini, saya lebih tertarik untuk mendengar cerita kegagalan dan perjuangan mereka dibandingkan eksistensi yang mereka miliki saat ini. Karena nyatanya, banyak orang tumbuh dari pengalaman menyakitkan yang pernah dialaminya dibandingkan hanya melewati lurusnya jalan tol yang tidak pernah diretasnya.