Tangisan Air mata Bunda

Words
94
Reading
1 min
Listen
Play
9y

“Dalam Senyum kau sembunyikan letihmu

Derita siang dan malam menimpamu

tak sedetik pun menghentikan langkahmu

Untuk bisa Memberi harapan baru bagiku

Seonggok Cacian selalu menghampirimu

secerah hinaan tak perduli bagimu

selalu kau teruskan langkah untuk masa depanku

mencari harapan baru lagi bagi anakmu

Bukan setumpuk Emas yang kau harapkan dalam kesuksesanku

bukan gulungan uang yang kau minta dalam keberhasilanku

bukan juga sebatang perunggu dalam kemenanganku

tapi keinginan hatimu membahagiakan aku

Dan yang selalu kau berkata padaku

Aku menyayangimu sekarang dan waktu aku tak lagi bersama mu

aku menyayangi mu anak ku dengan ketulusan hatiku"

Tangisan Air mata Bunda | Ecency