يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ
“Wahai sekalian manusia, bertakwalah kepada Rabb kalian yang telah menciptakan kalian dari seorang diri.” (QS. An-Nisa`: 1)
Allah Ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa kepada-Nya, dan janganlah sekali-kali kalian mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS. Ali Imran: 102)
Pertama, dicintai Allah. “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaqwa” (QS. At-Taubah [9]: 4).
Kedua, adanya kebersamaan Allah Ta’ala. :Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertaqwa dan berbuat kebaikan” (QS. An-Nahl [16]: 128).
Ketiga, mendapatkan manfaat dan petunjuk Al-Qur’an. “Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa” (QS. Al-Baqarah [2]: 2).
Keempat, terjaga dari setan dan bisikannya. “Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa bila mereka ditimpa was-was dari setan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya” (QS. Al-A’raf [7]: 201).
Kelima, terhindar dari rasa takut dan sedih. “Barangsiapa yang bertaqwa dan mengadakan perbaikan, tidaklah ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati” (QS. Al-A’raf [7]: 35).
Keenam, diterimanya amal. “Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertaqwa” (QS. Al-Maidah [5]: 27). Dengan kata lain, segala amal sholeh yang tidak didasari ketaqwaan akan tertolak.
Ketujuh, memperoleh kemudahan setelah kesulitan, kelapangan setelah kesempitan. “Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar” (QS. Ath-Thalaq [65]: 2).
Kemudian, “Dan barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya” (QS. Ath-Thalaq [65]: 4).