Riuh menggiring jiwa pada sekat
Lupakan ikrar setia merawat shahadat
Dalam pencarian gelisah meriap
Engkau bertahta di arasy tidak membutuhkan apapun
Aku membutuhkan-Mu
Cinta-Mu yang melukis taman-taman anggur
Pada kebaikan-Mu pasrah tidak terukur
Panggilan tanpa rayuan getarkan bilik hati
Hadirkan simpuh di padang sunyi
Mengarak diri ke hamparan kasih Ilahi
Malamku penantian siang pengharapan
Beribu-ribu harap
Memeluk laku hingga debu luluh di dekap-Mu
Tenggelamkan aku dalam cahaya temukan cinta hakiki....