Langit-langit atap kuperhati saat mataku masih enggan untuk terpejam. Waktu sudah menunjukkan hampir 3 pagi. Saat kuputuskan untuk memejamkan mata, namun enggan bisa menutup kelopak ini yang sedari tadi membuatku tak bisa tidur kebayang betapa hebatnya malam ini drama kian meratapi.
Mendengar ucapan darimu, lalu memegang pundakku dengan lembut dan mengangkat wajahku rasa nya sakit. Kuberharap agar malam terlewatkan dengan datang nya pagi yg kunanti.
Seketika membuatku tak bisa berpikir apapun. Kupejamkan mata seakan waktu terasa berhenti berdenting terlambat.