30 Hari di Steemit

Words
986
Reading
5 min
9y
Listen to this post
~7 min

Sengaja memilih judul ini, karena memang hari ini, adalah hari ketiga puluh aku menjadi seorang steemian. Yeay! Ga terasa, waktu seakan berlari. Sebulan sudah aku di sini! Rasanya baru kemarin aku heboh bertanya ini itu pada teman-teman di Grup Gam Inong Blogger, yang saat itu sedang seru-serunya membahas tentang steemit. Excitement yang tercipta di dalam obrolan di grup ini, memang sukses memancingku untuk sign up account alaikaabdullah@alaikaabdullah, dan dengan tak sabar menanti hingga 2 x 24 jam untuk mendapatkan password-nya yang keriting uwel-uwel itu.

Got the password, aku menyimpannya secara berlapis, takut hilang, haha lalu aku pun ngejapri ihansunrise@ihansunrise, bertanya ini itu sebagai modal awal (pengetahuan dasar) playing in this new virtual home. Membuat postingan perkenalan (yang sungguh enggak optimal), dengan harapan bisa diedit kapan-kapan untuk penyempurnaannya, yang ternyata, setelah tujuh hari, si postingan membeku. No more editable. Haha. Sehingga tetap menjadi sebuah postingan perkenalan yang sama sekali ga optimal, jauh dari kesan kece.

Penasaran dengan postingan perkenalan itu? Boleh kok baca di sini. Eits, janji ga akan ngetawain, lo, ya!

Berani Bertanya agar tak sesat di Steemit

Ranah baru adalah dunia baru. Yang tentu saja kita butuh adaptasi, butuh belajar untuk memahaminya agar tak tersesat di dalamnya. Dan sebagai pembelajar cepat (fast learner) dipadu dengan keberanian bertanya agar tak sesat di steemit, maka aku berusaha untuk cari tempat belajar langsung ( tempat untuk bertanya langsung (offline)) tentang steemit, which is mean she/he has to stay in Bandung, maka aku segera take action.

Aku menjapri Teh mariska.lubis@mariska.lubis begitu nama ini direkomendasikan oleh seorang teman di grup Gam Inong Blogger. Si teteh bermarga Lubis ini, ternyata malah sedang berada di Banda Aceh saat itu, untuk menghadiri acara Meet Up KSI-Chapter Banda Aceh, sehingga aku harus sabar menanti hingga dia kembali ke Bandung, agar bisa bertemu langsung dengannya.

Alhamdulilah, saat kita memiliki niat baik, maka waktu dan semesta pun turut mendukung. Tak menanti lama, wanita humble ini menyambut baik, bahkan dalam waktu yang lebih cepat dari dugaanku, kami berhasil meet up! Postingan meet up itu sengaja aku abadikan di dalam postingan berjudul Dua Jam Bersama Teh Mariska Lubis

First Meet Up dengan Teh Mariska Lubis, Geger Kalong - Lembang

Bergabung dengan Komunitas Steemit Indonesia

Apalah artinya kita tanpa komunitas?
Foto milik pribadi

Teh Mariska langsung menambahkan diriku ke dalam Grup WA Komunitas Steemit Indonesia - Chapter Bandung, Grup WA Steemit Untuk Indonesia dan Grup WA Post Steemit. Aku langsung berkenalan dan berinteraksi dengan member of the group, and truly being excited. Disambut oleh teman-teman baru yang begitu welcome, membuat gairahku untuk belajar dan bertumbuh lebih baik, menjadi semakin menggebu. I am so so happy! I am glad to be a steemian. Bergabung di grup-grup ini, juga tetap berkomunikasi aktif dan interaktif di WA Grup Gam Inong Blogger, merupakan faktor pendukung utama kemajuanku dalam belajar dan berproses. Komunitas, memang faktor pendukung utama dalam menggembleng dan memajukan seseorang untuk tumbuh besar dan kuat. Dan aku ingin tumbuh besar dan kuat!

Formula 1 + 10

Waktu terus berlari, dan aku jelas tak sudi tertinggal di belakang. Kupacu diri untuk meningkatkan reputasi. Targetku jelas belum berani mengejar reward. Boro-boro ngejar duitnya, reputasi aja masih bermodal dasar (alias di angka 25). Maka targetku adalah meningkatkan reputasi terlebih dahulu. Caranya?

Salah satu cara yang pernah aku baca adalah dengan menerapkan formula 1 + 10, yaitu melakukan 1 kali posting dan melakukan blogwalking ke 10 postingan steemian yang telah punya reputasi 40 ke atas, setiap harinya. Formula ini aku baca dari postingan seorang steemian yang katanya bersumber dari steemian senior bernama bahagia-arbi@bahagia-arbi. And you know what? Bahagia Arbi ini ternyata adalah mantan kolegaku saat kami sama-sama di sebuah International NGO, dulu, di Banda Aceh. Hayyah, what a small world!

Aku menerapkan formula ini, and seems that it works!

Selain untuk meningkatkan reputasi, resep di atas juga berguna dalam membuat diri kita lebih dikenal di ranah steemit. Ini bukan berarti bahwa kita tak boleh berkomentar di lapaknya steemian yang reputasinya masih di bawah 40, lo, ya. Sama sekali tidak. Tetap saja kita sebaiknya membalas kunjungan siapa pun yang berkunjung ke blog kita, tanpa pandang bulu. Begitu juga saat blogwalking, ya sudah pasti kita sebaiknya juga blogwalking ke para steemian pemula. Hanya saja, utamakan yang 1 + 10 itu tadi. Eh, eikeh kan juga masih steemian pemula. Haha, lupaaa.

Berhati-hati dalam melakukan Upvote

Tadinya aku beranggapan melakukan royal upvote adalah hal baik. Iya lah, kan mendukung teman steemian lainnya. Ealah, ternyata, memberikan engkol kosong, justru ga ada artinya! Yang ada, malah kekuatan kita yang akan menjadi berkurang. Maka disarankan untuk tak royal upvote, apalagi jika kita sendiri masih lemah alias udeueng sabee. Haha.

Tak sembarang Resteem

Personal branding adalah hal penting yang harus diperhitungkan, di mana pun kita berada. Ya di steemit, ya di social media atau platform blog mana pun. Resteem, berarti kita menempelkan postingan orang lain di 'wall' kita, tanpa bisa kita remove lagi. Maka, kita kudu selektif di dalam memilah mana yang layak dan tak layak diresteem.

Upvote dari Kurator atau Steemians Senior Bereputasi Tinggi ngaruh banget!

Yes, aku perhatikan, bahwa kecepatan meningkatnya reputasi seorang steemian juga dipengaruhi oleh kekuatan vote. You know what I mean lah ya? Jadi siapa coba yang tak senang jika postingan kita divote oleh mereka? Oleh para kurator? Mau atuh lah! Hehe.

Dan...? As I said, time flies! Waktu seakan berlari. 30 hari sudah aku di sini. Memiliki rumah baru yang begitu hangat dan menyenangkan, bersama teman lama dan baru, yang menyambutku layaknya anggota keluarga sendiri. I am happy to be here, kekompakan sesama steemian jauh lebih terasa. Semoga rumah baruku semakin berseri, sehingga membuatku kian betah menebar inspirasi serta manfaat bagi kita semua.

Hari ini, hari ke tiga puluh. Reputasi blog ini berada pada angka 40.8 semoga besok dan ke depannya bisa meningkat ke angka yang jauh lebih besar lagi, ya! Aamiin.

Ada dari kalian yang belum jadi steemian? Yuk, bikin akunnya dan kita berkembang besar bersama di sini, yuk!
Steemit itu asyik, lo! Suer!

Al, Bandung, 11 Februari 2018

banner steemit alaika 2.png

30 Hari di Steemit | Ecency