Dalam perkembangan teknologi informasi dizaman era digital sekarang ini, tidak dapat dipungkiri perubahan arus informasi yang begitu cepat bisa dalam hitungan detik berita terbaru yang terjadi disemua penjuru dunia tentunya akan berefek pada sisi positif dan negatif, dalam hal ini juga dari efek negatif adanya perkembangan media informasi adalah mudahnya tersebar berita asal usul yang tidak jelas atau menfitnah alias hoax apalagi yang bersifat provokatif. padahal menyebar informasi yang sifatnya berbohong akan menjadi dosa jariyah, dalam satu kisah hikmah yang petik dari ulama dunia dari Tarim, Hadramaut, Yaman guru mulia Al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz suatu ketika ada seorang yang bertemu beliau dengan penuh penyesalan datang untuk meminta maaf karena telah memfitnah guru yang mulia dari mulut ke mulut, dan ketika itu Habib Umar cuman terseyum dan beliau mengatakan pulanglah dan ambil kemonceng ini dan di jalan cabut satu-satu bulu tersebut dan besok balek lagi kesini kumpulin lagi bulu yang telah di cabut dijalan tersebut, al kisah besok orang tersebut kembali menemukan habib umar dengan kemonceng yang tidak ada bulu lagi, lalu habib umar mengatakan begitulah kehidupan ini setiap omongan atau kabar bohong yang kita sebar sangat mudah dan waktu kita cabut perkataan tersebut sudah berterbangan kemana-mana dan saya sudah memaafkan dan melupakan, tapi orang akan terus berbuat dosa dengan menyebar berita tersebut, maka mendengar penjelasan dari habib umar maka orang menangis tersedu-sedu dengan penuh penyesalan. Ingat setiap perkataan dan tulisan yang disebar akan diminta pertanggung jawab diakhrat kelak nanti.
Semoga memamfaat