*“Memori menjadi indah untuk dikenang saat membina ukhuwah semata kerana Maha Esa. Walau kita bukan maksum tapi kemaafan pasti ada untuk kita.”*
ㅤ
— Biarpun adakalanya kita punya kenangan pahit, namun kita tetap berusaha untuk memberi kemaafan pada mereka yang telah melukakan hati kita. Sama ada dengan cara sengaja atau tidak sengaja. Di awal perkenalan, kita kenal dengan rasa kasih dan cinta. Maka, usah persiakan perasaan itu dengan hadirnya kebencian saat hati sudah terluka. Moga hati kita bisa dilembutkan dengan rasa sebuah kemaafan. Insya-Allah.
ㅤ
`*" Memory becomes beautiful to be remembered when building ukhuwah solely for Maha Esa. Although we are not infallible but forgiveness must be there for us. "*`
ㅤ
- Although sometimes we have bitter memories, but we still try to give forgiveness to those who have opened our hearts. Same is by way of intentionally or unintentionally. At the beginning of the introduction, we are familiar with love and love. So, try to express the feeling with the presence of hatred when the heart has been injured. Our hearts can be softened with a sense of forgiveness. Insha Allah.
ㅤ