Tidak semua kesedihan harus diceritakan. Tidak semua luka lara mesti dicurhatkan. Bahkan kepada ibu, sahabat, atau siapapun itu. Tak perlu.
.
Kadang, sebuah cerita lebih nyaman disimpan sendiri, direnungkan dalam sepi, ditata dalam hati; untuk kemudian dicurhatkan pada Ilahi.
.
Agar apa? Agar Allah-lah yang langsung menghapus derainya. Setuju? :)