Bagiku dia adalah seorang teman yang biasa saja, pendiam, baik, dan selalu mampu memberikanku motivasi ketika aku dalam kesulitan. Dia adalah orang yang sangat cuek, jika orang melihatnya pada pandangan pertama pasti akan berkata bahwa ia adalah orang yang sombong, tapi menurutku tidak. Bagiku dialah sangat humoris, lucu, dan sedikit jail.
Dia merupakan teman satu Universitas ku meskipun berbeda jurusan/prodi, tapi kami bisa menjalin hubungan pertemanan dengan mudah. Namanya adalah Ramadhania Anisa dan sering di panggil dengan sebutan Nia, ia lahir pada tanggal 12 Januari 1998 di Benteng Anyer tepatnya di Manyak Payed, Aceh Tamiang. Nia merupakan anak pertama dari tiga bersaudara, yang terdiri dari dua laki-laki dan dia merupakan anak perempuan satu-satunya.
Dari kecil ia sudah dibiasakan hidup mandiri oleh orang tuanya dan tinggal jauh dari orang tuanya. Nia merupakan orang yang suka pindah-pindah tempat tinggal menurut saya, ini terlihat dari perjalanan hidupnya dari kecil hingga saat ini. Saat masih TK ia bersekolah dan tinggal di Banda Aceh bersama keluarganya, kemudian orang tuanya pindah tugas kerja ke Simeulue dan dia menganyam pendidikan SD nya di Simeulue, kemudian saat tamat SD orang tuanya mengirimnya ke Langsa untuk sekolah, disini ia tinggal bersama nenek nya. Setelah tamat SMP kemudian ia melanjutkan sekolah SMK di langsa dengan jurusan perawat.
Setelah tamat SMK kemudian ia mendapat undangan untuk kuliah di Universitas Malikussaleh dengan jurusan Psikologi. Pada tahun 2016 ia resmi menyandang status sebagai mahasiswi UNIMAL sampai saat ini. Disinilah awal ceritanya saya kenal dengannya, disini kami tinggal dalam lingkungan satu kost yang sama. Awal nya banyak teman kost lain yang mengatakan dia adalah orang yang sombong dan acuh, karena sifatnya yang pendiam dan suka menyendiri dikamar yang kebetulan memeng dia satu kamar sendiri.
Satu hal menarik yang selalu saya ingat dari Nia adalah ketika ia bercerita semasa sekolahnya dulu kepada saya. Dulu semasa saat ia masih sekolah di SMK ia mengambil jurusan keperawatan yang membuat saya penasaran, karena sebelumnya saat tidak pernah mendengar akan jurusan itu ada di Aceh. Saat sekolah dulu dia pernah praktek diberbagai Puskesmas di Aceh Timur dan rumah sakit Umum Langsa di kota Lansa. Disini ia mengatakan saat praktek ia bertemu dengan berbagai acam orang dengan kasus penyakit yang berbeda. Ia pernah bercerita lucu kepada saya, saat praktek di RSUD Langsa tepatnya di ruang IGD, ia pernah disuruh memasang infus pada salah satu pasien bapak-bapak, itu merupakan hal pengalaman pertama yang ia dapat, untungnya ia bisa melakukan pemasangan infus dengan baik dan sempurna. Awalnya ia tidak curiga sedikit pun serta ragu terhadap kaliennya, setelah selesai memasang infus ia melihat buku status pasiennya tersebut, disitu baru ia sadari bahwa pasiennya itu merupakan kepala polisi di Kota Langsa, seketika ia terkejut dan merasa sedikit takut. Ceritanya ini membuat saya tertawa mendengarkannya.
“Bagi Nia hidup itu merupakan tantangan yang indah dan harus bisa dijalani dengan ketentuan yang sudah Allah tunjukkan, tetapi baginya nomor satu itu adalah kejujuran dan ketekunan”.
Inilah sedikit cerita tentang temanku, sosok yang inspirasi bagiku dan dia sosok yang luar biasa.