TANAH KITA SAKIT
- Sedikit Vegetasi Yang Dapat
Tumbuh - Memiliki PH tanah yang
ekstrim (dibawah 6 atau
diatas 7). - Salinitas Tinggi (diatas skala
2). - Memiliki Biota Yang Sedikit
- Memiliki Lapisan Humus
Tipis - Memiliki Tekstur Keras
- Kebutuhan pupuk meningkat
Foto http://rock.or.id/index.php/2017/11/26/glory-in-the-dry-land/
FAKTA
Selama berpuluh tahun bertani apakah pernah
menambahkan bahan organik kedalam tanah ?
Selain hanya memberikan pupuk kimia terus
menerus? - Pernahkah kita berpikir bahwa tanah kita itu
kurus, sakit, dan miskin unsur hara? - Selama bercocok tanam apakah pernah terpikir
untuk memperbaiki struktur dan tekstur tanah,
dan mengembalikan kesuburan tanah ? - Selama bertani apakah pernah membayangkan
bahwa tanah adalah pinjaman dari anak cucu kita
? - Apakah pernah membayangkan bagaimana nasib anak cucu kita jika tanah sudah rusak?
Foto
http://www.themalaysiantimes.com.my/el-nino-phenomenon-hurting-agriculture-and-fishing-sectors-in-perlis/
Solusi
- Mengembalikan kesuburan tanah/
menambahkan liquid humus - Memperbaiki struktur dan tekstur
tanah - Menambah bahan organik tanah
- Menambah micronutrient ke dalam
tanah - Memperbaiki PH dan Salinitas tanah
, apakah akan berpengaruh pada hasil produktivitas? Tentu hal ini harus menjadi perhatian khusus bagi kita, karena tanah merupakan investasi penting dalam pertanian.
Kondisi tanah yang “sakit”, akan membuat tanaman sulit tumbuh karena kandungan bahan organik pada tanah tersebut terus berkurang dan banyak nutrisi terikat di tanah tidak dapat diserap oleh akar. Selain itu pada tanah yang sakit akan membuat pH tanah menjadi ekstrim (dibawah 5 atau diatas 8) sehingga salinitas (tingkat keasaman tanah) tinggi. Dampak salinitas yang tinggi pada tanaman akan membuat tanaman tidak mendapatkan berbagai unsur nutrisi seperti Phospat karena unsur tersebut sudah terikat oleh tanah sehingga akar tanaman tidak mampu menyerapnya. Sebelum dampak yang semakin besar terjadi, untuk itu merawat kembali tanah sangat perlu dilakukan sedini mungkin. Perawatan kembali tanah yang sakit dapat dilakukan dengan cara menambahkan unsur hara mikro dan bahan organik pada tanah. Memberikan nutrisi untuk bahan pembenah tanah dan pertumbuhan akar yang lebih baik juga perlu dilakukan. Kini PT. Bina Guna Kimia (FMC Indonesia) memberikan solusinya, MICROFERTI MAGNET nutrisi pembenah tanah dan pelindung akar tanaman untuk pertumbuhan yang lebih maksimal.
MICROFERTI MAGNET merupakan trobosan baru dimana produk ini memiliki kandungan humin, humic, fulvic dan karbohidrat yang dapat membantu tanaman bekerja lebih cepat, efisien dan optimal dalam menyerap unsur hara. Dengan kandungan yang dimiliki tersebut produk ini dapat dijadikan sebagai pengganti pupuk kandang karena lebih efisien dan juga ekonomis. Selain itu, MICROFERTI MAGNET juga dapat berperan menjaga daya tahan tanaman terhadap defisiensi air dan kekeringan, melindungi akar tanaman dari pH dan salinitas (keasaman tanah) yang ekstrim, meningkatkan penyerapan pupuk oleh akar tanaman, meningkatkan jumlah nutrisi dan mikroba di tanah yang menguntungkan bagi tanaman dan membantu meningkatkan kapasitas penyimpanan air dalam tanah.Dengan memberikan asupan nutrisi maksimal untuk tanah, akan membuat tanah kembali sehat dan membuat tanaman tumbuh subur sehingga panen kembali maksimal.
MICROFERTI MAGNET SEHATKAN TANAH!