Puisi

afanin(42)
Published in
#esteem
Words
130
Reading
1 min
Listen
Play
8y

image

Gosongnya Kepompong

Bertahun menahun bernafas disuatu benjana
Bernafas dengan insang rapuh bersama sebidak arca
Arca jelita namun sekeras batu baja bak keledai dungu

Terkadang harum terkadang busuk aroma menumbuk hidungku.
Kenapa harus arca ini yang meniupkan nyawa permata hati

Generasi penerus darah daging penyair gila
Hati yang merah terbakar arang, beberapa kumbang menghinggapi

Arca bergemuruh diperaduan tak satupun rasa bersalah tertera.
Hati berubah gosong segosong kepompong yang melompong

Apa daya harus bertahan bergumul demi sebuah permata titipan Ilahi
Sarang penyair sinting dijejali asap hitam dari selembar cerobong

Adegan perih terlewati walau kabut badai memelukku kutetap terpatri.
Demi permata titipan ilahi yang harus terjaga sampaiku mati.



Thanks For Reading My Writing

I Hope You Like It

afanin@afanin

alt

Your voting will force your voice to give me strength.
thanks.

Puisi | Ecency