Habit, semua yang dilakukan atas dasar kebiasaan maka itu juga akan menanamkan sikap kepada diri kita. Dimana kebiasaan bermula dari orang tua terus berjalan sampai akhirnya kita berada di dunia pendidikan yang akhirnya akan mempengaruhi kita pada kehidupan nyata, yaitu proses sikut-sikutan untuk bertahan hidup.
Masalah sebuah habit adalah, sudah di ajarkan dengan benar atau belum ?, mekanismenya seperti apa ?, apa jangan-jangan yang mengajarkan habit itu belum bisa move on dari kebiasaannya sendiri dan belum sadar habitnya sendiri itu salah ?.
Contoh ni ya, jika ada sesorang dengan umur kira-kira 15 tahun dari hmm misal Jakarta pindah ke Malang, dimana bahasa kedua daerah itu sangat berbeda, tapiiii !! kok saat dia sudah berada di Malang dalam beberapa bulan dia mampu mengetahui kosa kata bahasa jawa dan bisa berbicara bahasa jawa. Kira-kira apa yang membuat dia cepat sekali menyatu dengan bahasa di Malang, yap betul HABIT / KEBIASAAN yang membuat dia paham berbahasa jawa.
Jadi, jika dia dari Jakarta dan sekarang tinggal di Malang yang dimana sekelilingnya menggunakan bahasa jawa mana mungkin dengan kebiasaan itu dia tidak paham bahasa dimana dia mempertahankan kehidupan, so kebiasaan dapat merubah bahasa atau sikap seseorang dengan cara membaur dan menjadi satu dengan pola kebiasaan tersebut.
.
.
.
.
CONTINUED....