Sehelai kertas mendatangi tubuh buku. Kubalut kau, agar tak kelam terkena cipratan lumpur. Jangan, terhalang mata memandang cetakanku.
Sehelai kertas menyapa tubuh buku. Kututupi kau, supaya tak lengket bermacam noda debu. Seperti bintang dan sasmita terpancar bersinar diatas cakrawala. Tak perlu, akan lebih indah mempesona tanpa kau hiasi.
Seluruh nurani kalbu, kulindungi kau, tak ‘kan bisa pisau tajam mencincang kulitmu.
Jangan kau bingkai aku, bila kau pasang diri memacu akan ku koyak kau keras hingga tersedu. Membatin sehelai kertas, biar, biarlah pada ajal ia mengadu.
Sebelas Januari, 2018