Duhai kasih, apa maumu?
Setiap detik, ngerocos saja kerjamu
Enggan ayam bertelur melihat tingkahmu
Ku ambil pisau hendak mencincang bawang
Kau bilang “jangan kau potong urat nadiku”
Ku ambil korek hendak membakar kretek
Kau kata “jangan kau bakar rumahku”
Duhai kasihku...
Jangan ‘lah kau buat aku bingung melulu
Sumpahku wahai kasih
Karenamu, tak lagi nikmat setiap tegukan kopiku
Sekalipun gula teraduk bersama
Getah pahit jua rasanya
Duhai kasihku...
Aku percaya kau punya isi kepala manis
Mohonku kasih
Berilah solusi ditaburi bunga-bunga manis