Ketika kalbu tak mampu lagi bersabda
Mata masih tetap menerima
Rangsangan kepala berkata, Ya!
Tak lain kau 'lah yang aku hendaki
Akar pikiran ingin cepat kulumat
Dia cepat, merambat
Dia cepat, mengakar
Melukis kebiruan udara segar
Hendak kuserah sekuncup mawar
Tapi sayang, Kau bukan perawan
Sungguh luruh
Begitu peluh...