Bersandarlah kepada Allah semata.

Words
549
Reading
3 min
Listen
Play
8y

Selamat menjelang malam sahabat steemian semua, jumpa lagi dengan saya abupasi.alachy@abupasi.alachy, dan selalu mendoakan supaya kawan-kawan selalu dalam lindungan Allah SWT, dan tetap bersabar serta jangan mengeluh jika kita diberikan masalah, karena disaat Allah menguji, tentunya ada maksud yang terkandung didalamnya. Maka pada kesempatan kali ini tertarik hati saya ingin berbagi kata-kata motivasi kepada seluruh sahabat steemian, bahwasanya kita harus bersandar kepada Allah semata. Jangan pernah mengeluh dan bersedih ada Allah tempat berbagi.


20180429_025710.png


Sesungguhnya semua masalah itu tidak sepantasnya disebar dan diceritakan kepada setiap orang yang diadukannya. Cukup semua perkara yang dihadapi seorang muslim hanya dicurhatkan kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Seorang muslim hanya akan menampakkan kelemahannya di hadapan Allah, tidak kepada makhluk yang sama-sama lemah. Oleh karena itu kita memiliki dzikir لَا حَوْلَ وَ لَا قوَّةّ إِلَّا بِا الله yang maknanya adalah tidak ada daya untuk menghindari kemaksiatan dan upaya untuk melakukan ketaatan kecuali kekuatan dari Allah. Lihatlah Nabi Ya’qub ‘alaihissalam ketika menghadapi kesedihan berupa kehilangan putranya, Yusuf, sehingga anak-anaknya yang lain mengiranya akan bertambah sakit dan sedih. Maka dengarlah jawaban Nabi Ya’qub yang perlu diteladani setiap muslim,

قَالَ إِنَّمَا أَشْكُوْ بثّيْ وَ حُزْنِيْ إِلَى الله

“Dia (Ya’qub) menjawab: “Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (QS Yusuf: 86) Benar saja. Jika seseorang menampakkan dan mengadukan kesedihan serta kesulitan kepada manusia, maka hal itu tidak meringankan kesedihan terdebut. Namun apabila seseorang mengadukan kesedihan itu kepada Allah, itu lah yang akan bermanfaat baginya. Bagaimana tidak? Sedangkan Allah Ta’ala telah menjanjikan hal itu dalam sejumlah firman-Nya. Jika Anda berkehendak, bacalah dan renungkanlah beberapa firman Allah ini,

وَ إِذَا سَأَلَكَ عِبَادِى عَنِّى فَإِنِّى قَرِيْبٌ أُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku.” [QS Al Baqarah: 186].


20180429_025710.png


In fact, all those problems are not properly distributed and told to everyone he complains about. Sufficiently all the things facing a Muslim are only mentioned to Allah 'Azza wa Jalla. A Muslim will only show his weakness before God, not to the equally weak creatures. Therefore we have the dhikr لا حول و لا قوة إلا با الله whose meaning is no power to avoid disobedience and the attempt to obey except the power of God.

Look at the Prophet Ya'qub 'alaihissalam when faced with the sadness of losing his son, Joseph, so that his other children thought he would get sick and sad. So listen to the answer of the Prophet Ya'qub that should be imitated every Muslim,

قال إنما أشكو بثي و حزني إلى الله

"He (Ya'qub) replied:" Behold Allah only I affirm my sorrow and my troubles. "(Surah Yusuf: 86)

Sure enough. If a person reveals and complains of sadness and difficulties to a human, it does not relieve the sadness of the sad. But when a person complains of sadness to God, that is what will be beneficial to him. How come? While Allah Almighty has promised it in some of His words. If you will, read and meditate on some of these words of God,

و إذا الداع إذا دعان

"And if my servants ask you about Me, then (answer), that I am near. I grant the request of the one who prays when he begs me. "[Surah Al Baqarah: 186].

Semoga bermanfaat, salam dari saya abupasi.alachy@abupasi.alachy

Bersandarlah kepada Allah semata. | Ecency