Pada malam 8 Zulhijjah, Nabi Ibrahim bermimpi diperintahkan menyembelih Nabi Ismail.
Pagi hari 8 Zulhijjah, Nabi Ibrahim merenungkan mimpinya terkait perintah menyembelih Nabi Ismail. Apakah mimpi ini datang dari Allah atau dari setan. Maka hari merenung tersebut dinamakan "Tarwiyah" dan sunat puasa Tarwiyah setiap tanggal 8 Zulhijjah.
Pada malam berikutnya Nabi Ibrahim mengalami mimpi yang sama. Di pagi 9 Zulhijjah Nabi Ibrahim sudah mengetahui bahwa mimpinya itu benar-benar dari Allah. Karena Ibrahim telah tahu mimpinya, maka dinamakan lah hari Arafah. Dan sunat puasa pada hari itu.
Malam berikutnya terjadi lagi mimpi yang sama. Hari tersebut dinamakan hari Nahar, yakni tanggal 10 Zulhijjah. Ia yakin untuk menyembelih Nabi Ismail sebagai kurban.
Abu Teuming