Menciptakan kondisi damai dalam masyarakat Aceh bukan hal mustahil. Terutama bagi masyarakat sipil. Sebab masyarakatlah yang paling menderita pada masa konflik. Dan jumlah masyarakat Aceh jauh lebih unggul ketimbang kombatan GAM berjumlah 3000 personil.
Alasan lelah dan menderita saat konflik lah yang akan membuat masyarakat Aceh lebih memilih damai. Faktor lainnya karena nilai agama, yakni Islam. Yang jelas menuntun umatnya untuk hidup tentram dan damai serta patuh agama.
Sebaliknya, menciptakan konflik dalam masyarakat Aceh juga jauh lebih mudah. Karena orang Aceh kuat nilai agamanya, maka paling anti bila ada orang yang merusak agama mereka. Sebagian orang Aceh mungkin ada yang tidak salat. Tetapi bila ada orang yang menghina agama Islam, orang Aceh yang tak salat itu akan bangkit membela agama. Bahkan mereka berani mati demi agama.
-Abu Teuming