Back to basic on Steem vision, Kenangan Masa Awal di Steemit dan Rasa Malu Hati

Saya beruntung. Ini karena di awal bermukim di Steemit saya mendapati bacaan yang menerangkan visi dari Steem blockchain.


Pixabay

Saya masih ingat post "Welcome to Steem" yang ditulis oleh @teamsteem, anak ideologi dari Dan Larimer. Sebagaimana kita ketahui, @dan bersama @ned adalah dua sosok muda yang menghadirkan Steem blockchain untuk mendukung komunitas dalam melakukan monetisasi konten berbasis STEEM.

Saya langsung bisa membangun imajinasi komunitas internet yang ada di seluruh dunia dan semua bersatu dengan mata uang bernama STEEM. Menurut saya, ini benar-benar gagasan dan tindakan revolusioner, sekaligus mengembalikan peran asli dari mata uang itu sendiri yang pada masa awalnya menjadi jembatan bagi toleransi warga dunia yang jelas-jelas beragam.

Itulah sebabnya saya sedikit merinding ketika membaca tulisan pembuka @teamsteem yang mengatakan bahwa Steem adalah teknologi revolusioner yang menyatukan orang melalui mata uang. Buat saya, kalimat pembuka @teamsteem itu benar. Sejarawan bernama Yuval Noah Harari dalam bukunya "Safiens" menulis bahwa uang adalah objek pertama yang menjadi jembatan toleransi antar berbagai kebudayaan dan peradaban di dunia yang amat beragam ini.

Namun, yang menarik bagi saya adalah ketika @teamsteem melekatkan uang dengan bukti positif, quanta kebaikan, kegembiraan dan kebahagiaan. Dengan kata lain, Steem adalah bukti dari suka cita. Ini jelas imajinasi sempurna dari imajinasi yang pernah ada pada uang. Kita tahu bahwa uang adalah sistem kepercayaan universal manusia, tapi baru pada tingkat berhasil menjadi jembatan toleransi dari segenap perbedaan manusia. Sayangnya, sebelum toleransi menjadi kekuatan yang sempurna, uang yang dikontrol negara telah menjadikan uang menjadi alat perpecahan, alat penipuan, dan pemisah antara si miskin dan si kaya.

Sama dengan @teamsteem, saya juga orang yang merindukan dunia yang lebih baik. Di sini bisa jadi banyak terjadi perbedaan pandangan tentang dunia yang lebih baik. Meski begitu, dengan menjadikan Steem sebagai pendukung komunitas yang bergerak di bidang konten, ragam perbedaan bukan masalah sejauh Steem tetap menjadi jembatan toleransi, dan Steem menjadi bukti dari suka cita mereka yang sedang berkerja mewujudkan dunia yang lebih baik.

blockchain_cafe.png

Saya setuju dengan @teamsteem yang mengingatkan posisi Steem dan cryptocurrency lainnya untuk tidak dilihat sebagai yang satu lebih unggul dari yang lain, sebab cryptocurrency adalah teknologi untuk mewujudkan dunia yang lebih baik. @teamsteem juga sedikit membuka rahasia mengapa Steem diciptakan. Dengan mengutip pandangan guru ideologinya @dantheman yaitu untuk melemahkan tirani pemerintah. @teamsteem lalu mengutip pernyataan Dan Larimer, yang dalam post ini saya ambil sekepingnya saja:

Saya percaya bahwa tekanan sosial yang terorganisir dengan baik jauh lebih kuat daripada tentara atau birokrat. Melalui teknologi blockchain kita dapat mengatur diri kita sendiri dan semoga mencapai kebebasan kita. @danterman.

Dan Larimer juga mengingatkan semua untuk bersedia berkerjasama guna mencapai tujuan itu. Ajakan ini sekaligus memantik rasa malu dihati ini ketika menemukan fakta bahwa di Steemit yang terjadi akhir-akhir ini bukan lagi sekedar perbedaan pendapat, tapi persoalan pendapatan (hasil upvote) justru menjadi pemicu lemahnya komunitas.

Padahal, dengan Steem blockchain teknologi cukup banyak yang bisa dilakukan untuk membawa perubahan sekaligus berpeluang untuk mendapatkan pendapatan. Hanya saja, akibat ketidaksabaran dalam berproses, teknologi yang sifatnya distruptif pada cara kerja lama, justru menjadi distruptif pada hubungan komunitas. Dan sialnya, saya juga menjadi sasaran bully dari mereka yang membawa mental facebook ke Steemit ini. Kacau!

Itulah sebab kenapa saya mendelegasikan sebagian Steem Power, dan saya memilih jalan pulang ke masa awal untuk satu misi, menemani para Steemian yang memiliki visi perubahan yang kuat, dengan terlebih dahulu membuang mental facebook yang sudah melekat. Melalui pendidikan dengan kurikulum Steemit di Blockchain Cafe Bin Ahmad yang berada dalam zona "The Green House Tibang - aceHTrend, Banda Aceh" saya dan beberapa kawan akan merintis perjalanan ulang blockchain yang berorientasi perubahan dan menempatkan cryptocurrency, baik Steem atau lainnya, sebagai berkah dari kerja perubahan. Ini kesadaran model Aikido, bukan pemaksaan model ideologi perlawanan yang di dalamnya kadang membenarkan jalan kekerasan. Dan Larimer pernah berkata bahwa kekerasan hanya jalan pintas yang dapat menghancurkan kehidupan, kebebasan dan properti, dan saya percaya.


by @iqballangdon

Siapa punya kesadaran yang sama, mari bergabung dalam lingkar kerelawanan yang terdesentralisasi baik untuk misi pendidikan perubahan dan promosi blockchain dan cryptocurrency maupun untuk pendidikan dan promo-steem dan Steemit itu sendiri sambil menebar pesan perubahan kepada negeri dengan cara-cara yang lebih baik lagi. []

JIKA POST INI BERMANFAAT RESTEEM DAN SHARE MELALUI MEDIA SOSIAL LAIN AGAR LEBIH MENJANGKAU PEMBACA LAINNYA

H2
H3
H4
3 columns
2 columns
1 column
Join the conversation now