Untuk merayakan 17 Agustus sebagai hari merdeka, warga di gang tempat kami tinggal mengadakan acara mabar atau makan bareng. Kegiatan ini sudah biasa di kerjakan setiap ada hari besar seperti 17 Agustus dan Hari Raya keagamaan.
Kami melakukan patungan untuk konsumsi. Jumlahnya tidak banyak hanya sekitar 20,000 per KK. Dengan menu seadanya, dana yang sedikit di olah menjadi makanan yang lezat. Dengan kebersamaan makan terasa lebih nikmat.
Warga di gang kami ada sekitar 20 KK. Semua ikut makan tak terkecuali anak-anak. Menunya sederhana, daging ayam di potong kecil-kecil, jengkol balado, ikan asin, lalaban dan sayuran.
Kegiatan di mulai jam 7.15 di petang hari setelah selesai sholat Isya. Semua warga berkumpul di gang dan menggelar tikar. Salah seorang dari kami memimpin do'a dan dilanjutkan makan bersama.
Malam itu cukup meriah karena ada soundsistem. Setelah makan bersama seperti biasa, bapak-bapak melanjutkan begadang untuk main kartu sambil udud.
Kebersamaan sangat penting bagi kami karena kami akan saling mengenal satu dan lainya. Kami juga saling membantu apabila ada warga yang sedang menghadapi kesusahan. Apabila ada yang sakit kami saling menengok. Suasana seperti ini jarang sekali aku dapatkan di tempat yang lama aku tinggal. Oleh karena itu saat ini aku merasa senang karena punya tatangga yang baik dan saling menghargai. Perbedaan pendapat itu biasa namun kami selalu menghormati dan saling menjagai.
Momen makan bersama menjadi perekat kedekatan kami. Kami bisa bercanda dan bertukar pengalaman satu dan lainya. Kalau bapak-bapak ya cerita tentang pekerjaan dan hobi mereka.
Dalam setahun kami terkadang mengadakan acara seperti ini 2 atau 3 kali. Oleh karena itu , setiap warga akan hadir karena sudah di rencanakan beberapa hari sebelumnya. Bagi yang tidak hadir karena memang pekerjaan kami juga memaklumi.
Kebersamaan itu indah, walaupun ada perbedaan. Dengan mabar semoga kerukunan akan selalu tercipta di lingkungan kami.