Belimbing Wuluh (Starfruit)

Words
202
Reading
1 min
Listen
Play
8y

Starfruit wuluh has a sour taste. The people of Aceh make starfruit wuluh (boh limeeng ) as sunti acid. In addition, starfruit wuluh is also used to make cooking, such as kuah boh limeng, asam udeung, sayur asam, asam keu eung, and others.

Besides beneficial to make cooking, starfruit wuluh also useful for drugs (health). Starfruit wuluh contains saponins, sulfur, tannins, glucoside, calcium oxalate, and formic acid. The leaves contain tannin, sulfur, formic acid, and peroxide.

Starfruit wuluh is often used to treat diseases: high blood, cough, diabetes, rheumatism, canker sores, and diet. In addition, starfruit is also very good for skin health.

https://s3.us-east-2.amazonaws.com/partiko.io/img/zharifa-belimbing-wuluh-starfruit-1529206140111.png

Belimbing wuluh memiliki rasa yang asam. Orang Aceh menjadikan belimbing wuluh (boh limeeng) sebagai asam sunti. Selain itu, boh limeng juga digunakan untuk membuat masakan, sepert: kuah boh limeng, asam udeng, asam keu eung, dan lain lain.

Selain bermanfaat untuk membuat masakan, belimbing wuluh juga bermanfaat untuk obat obatan. Belimbing wuluh memiliki kandungan saponin, sulfur, tanin, glucoside, kalsium oksalat, dan asam format. Daunnya mengandung tanin, sulfur, asam format, dan perokside.

Belimbing wuluh sering digunakan untuk mengobati penyakit: darah tinggi, batuk, diabetes, rematik, sariawan, and diet. Selain itu, belimbing wuluh juga sangat bagus bagi kesehatan kulit.

IMG20180615104300.jpg

IMG20180615104535.jpg