Membingkai Kenangan

Words
203
Reading
1 min
Listen
Play
9y

image

KEMARIN menjadi hari terakhir kami belajar di kelas. Setelah ini mahasiswa akan menghadapi ujian final. Seperti kebiasaan kuliah zaman now, kami pun ‘merayakan’ berakhirnya gelas dengan penuh semangat dan suka cita. Hal ini kami lakukan sebagai wujud ekspresi bahwa ujian bukanlah hal yang menyeramkan. Mahasiswa harus tersenyum dan cekreeek.

Saya awalnya meminta agar pose bareng ini diabadikan di bawah rimbunnya pohon. Hal ini secara simbolik untuk mendeskripsikan kampus hijau, nama yang ditabalkan untuk Kampus Unimal Bukit Indah. Namun sejumlah mahasiswa menolak. Katanya, itu gaya zaman old. Anak-anak zaman now berpose di tengah jalan. Hehe.

image

Saya mengalah dengan persyaratan, pemotretan dilakukan setelah sepi dari lintasan kendaraan roda empat dan dua. Untuk beberapa kali shot, hanya butuh kurang dari 1 menit selesai. Yang terpenting adalah smile dan gaya.

Foto ini sesungguhnya bukan sekadar cekreek mengikuti gaya hidup kaum milenial. Namun lebih untuk menyimpan memori. Karena kelak mereka akan tumbuh dan memasuki kehidupannya masing-masing dalam beragam profesi. Untuk ‘mengentalkan’ mereka dalam ingatan, maka perlu dibingkai dalam satu atau lembar foto.

image

Jadi jangan salah kira ya, ini bukan seperti yang saya katakan sebelumnya. Bukan budaya milenial sepenuhnya. Mau salat foto, mau buka puasa foto, mau makan foto, lagi umtah foto, mau apa-apa foto. Hehehe.

Salam,

zainalbakri@zainalbakri

image

BZB.gif

telor.gif

Membingkai Kenangan | Ecency