Lepat Pasa : Welcome Ramadhan

Words
161
Reading
1 min
Listen
Play
8y

IMG_20180515_170450.png

Pasa adalah ramadhan. Sambut bulan yang penuh berkah dan paling ditunggu umat Muslim dunia ini, digelar tradisi.

Tradisi di Gayo, adalah dengan membuat penganan, lepat. Lepat adalah makanan khas puasa dan juga hari raya.

Lepat dibuat kaum ibu. Berbahan beras ketan, kelapa, gula putih atau gula aren serta daun pisang.

IMG_20180515_170818_DRO.jpg

Dulu, saat mesin pembubuk beras ketan belum populer, penumbuk beras ini di lakukan dengan jingki. Jingki adalah penumbuk. Berbahan kayu digerakkan dengan kaki.

Jingki-3.jpg
(Foto : Jingki di Kampung Jamat. Koleksi Serta Lia Gali (lintasgayo. co)

Era lepat, sepertinya mulai ditinggalkan. Jika dahulu, tradisi buat lepat menyeluruh di rumah tangga gayo, kini tidak lagi.

Mulai terkikis dan dan ditinggalkan. Seperti halnya Jingki yang kini sulit ditemukan, kecuali di pedalaman gayo.

IMG_20180515_170004_DRO.jpg

Dulu, lepat dibuat dengan jumlah yang banyak. Hingga dijadikan menu buka puasa. Jika sudah sedikit basi, lepat biasanya dipanggang di perapian. Disebut lepat tunu.

IMG_20180515_164902.jpg

Lepat tunu, ditemani kopi tubruk dan tembakau yang dibakar, rokok. Mak, lengkaplah sudah.

Marhaban Yaa Ramadhan
Maafkan saya..

IMG_20180515_123114_DRO.jpg

Lepat Pasa : Welcome Ramadhan | Ecency