Senja di pematang sawah

Words
89
Reading
1 min
Listen
Play
9y

Lembut awan yang berarak dalam nimbostratus menghadap ke bumi dengan anggun.
Halo terbentuk menghadirkan pendongeng dan penyair untuk menggambarkan cerita alam.
Begitulah sajak senja yang sering diungkapkan dengan bahasa yang setinggi biru yang menaunginya.
Pendongeng itu, penyair itu memaknai senjabdengan interpretaisi yang berbeda. Juga ada pelukis.
Bagaimana langit dang senja selalu digambarkan sebagai sebuah utopia.
Mereka semua adalah pemimpi, layaknya aku yang sedang menghadap.
Aku yang berada di kaki langit, memandang senja dan berharap sedikit saja memetik semburat merahnya.
Untuk menyamarkan rona wajahku yang memberkaskan sebuah ekspresi berlanjut kontemplasi.

Senja di pematang sawah | Ecency