Goodbye Friend _ ShortStory

Words
372
Reading
2 min
Listen
Play
9y

Goodbye Friend
Cerpen _ ulfamaria@ulfamaria
10325638_1711917445754101_1466189493495097923_n.jpg
Seseorang pernah berkata, selama tidak ada salam perpisahan selama itu belum berpisah. Tapi berpisah tanpa perpisahan itu menyakitkan. Tanpa tahu kemana perginya. Bagaimana kabarnya sekarang dan aku membenci keadaan seperti itu.

Seperti halnya yang tengah aku lakukan sekarang, menatap lama foto seorang teman diantara beberapa teman yang lain. Aku tidak pernah berfikir itu menjadi foto kebersamaanku dengannya untuk terakhir kali.
“huff” aku menghela napas lelah. Lelah karena membeci keadaan seperti ini yang secara bersamaan aku juga sangat merindukannya.

Aku meletakkan kembali frame foto ketempat semula, diantara frame lainnya di atas rak gantung. Kakiku melangkah ke meja belajar, duduk lalu membukakan laptopku. Aku ingin menyelesaikan tugasnku, tapi ide yang sempat bersarang dikepala tadinya hilang entah jalan-jalan kemana. Akhirnya aku berakhir diblog kesayanganku, “ulfaalviena” tempat sebagian besar aku tumpahkan curhatanku.

Goodbye Friend” itu menjadi judul sebelum aku memulai menjalankan kalimat lainnya.

Mungkin kita mengenal sebentar
Waktu yang cukup singkat untuk saling bersama
Tapi, percayalah
Aku tidak bernah berbohong dalam menyayangimu

Teman, Untukku
Berpisah tanpa berpisahan itu menyakitkan
Dengan hati yang menyayangimu
Dengan rencana yang menghabiskan waktu bersama
Dengan janji yang tidak sempat kau tepati

Semua terasa musnah
Hancur bersama dengan sayangku yang kau hancurkan
Hilang meninggalkan bekas luka
Menggores hati yang mempercayaimu

Aku ingin berhenti
Berhenti untuk merindukanmu
Berhenti berharap kau akan menjadi temanku lagi
Dan berhenti kau akan menyapaku suatu hari nanti

Terima kasih untuk semua kenangan
Yang terasa indah dan sekaligus menyakitkan
Untuk waktu yang tidak sempat terucap
Untukmu ‘Goodbye Friend’

Aku mengakhirya setelah post berhasil terposting cantik di blogkku. Ini terasa menyebalkan tapi tetap aku lakukan.

Kling..kling..

Membuka chat di WA saat melihat salah satu teman dekatku mengirimkan pesannya. Hal itu membuatku menyunggingkan senyuman.
“oi nona, postingannya mengharu biru, lagi galau ya?”
“ais, lagi eror tau” ketikku cepat dan mengirimkannya.
“eror? Tugasnya gimana?”

Bukannya melanjutkan membuat tugas ataupun menjelajahi blog, aku malah asyik berbalas chat dengan Desila. Salah satu teman dekatku yang cerewet tingkat dewa. Aku tersenyum menunggu balasannya dengan mataku fokus pada frame yang sebelumnya aku pegang.
Aku tahu, hidup selalu memberi pilihan yang saling bertentangan. Seperti datang dan pergi. Aku bersedih sekaligus bersyukur dengan semua ini, dia pergi dan seseorang seperti Delisa hadir dalam kehidupanku. Mengisi kepergiannya meski tanpa mampu menghilangkannya dari memoriku.

End