Mei 1998 silam menjadi sejarah kelam Indonesia. Kerusuhan yang berujung pada tumbangnya Orde Baru tak akan dilupakan. Hingga saat ini pun para tokoh gerakan mahasiswa masih mengenang masa sulit perjuangan mereka menumbangkan Rezim Soeharto-meskipun pengamat ekonomi Faisal Basri menyangkalnya. Karena menurut Faisal kanker korupsilah yang menyebabkan Soeharto dan kroninya tumbang.
Sejenak lupakan saja soal polemik Tragedi Trisakti. Karena zaman now pergerakan mahasiswa tidak lagi melalui kekerasan fisik, tapi adu otak, adu ide dan adu skill. Paling tidak ini yang dibuktikan beberapa tokoh gerakan mahasiswa dalam komunitas Steemit Indonesia.
Meskipun tak mesti dijabarkan dengan data konkret, pergerakan mahasiswa Indonesia jauh melompati angan-angan dengan mengutak-atik komputer jinjing atau laptop dan gadget atau smartphone. Semua aktivitas tak lepas dari smart phone yang barang tentu tak selalu membuat smart pemiliknya.
Cara mudah da n cepat. Itulah yang dianut para mahasiswa saat ini. Steemit adalah bagian dari cara mudah itu. Hanya berbekal foto atau video apa saja, tinggal menunggu vote atau like dari teman dan kronik, kita menunggu panen. Tak disdari bahwa steemit telah melalaikan kreativitas yang sebenarnya dari sekadar mencapi vote yang barang tentu bagian dari belas kasihan.
Beberapa steemian atau pemilik akun steemit bahkan curhat. Bahwa steemit tak seindah nama aplikasinya esteem yang berarti menghargai. Esteem padanan kata apreciate dalam bahasa Inggris terhadap mereka yang berkecimpung di dalamnya. Penghargaan hanya diperolah mereka yang sudah punya nama besar dan koneksi,luas. Sementara pemula apalagi tanpa nama, jangan harap Anda akan betah menunggu SBD atau Steem yang hasilnya luar biasa.
Sedikit Sekali Nilai Positif
JIka dicermati, sangat sedikit nilai positif dari bermain steemit. Kecuali memotivasi belajar dan memperbaiki Bahasa Inggris, selebihnya hanya spekulasi yang kadang banyak kecewa daripada bahagia. Berbeda dengan mereka yang memang fokus pada orang-orang yang bergelut total dengan teknologi informasi. Maka, para pemula kembalilah ke jalan yang benar dengan berusaha yang jelas. Jangan kecewakan para tokoh mahasiswa yang meregang nyawa membebaskan negeri ini dari Rezim Orde Baru. Maka, bebaskan juga dari Malas Gaya Baru.