Pelajaran penting memang tak selamanya diperoleh dari bangku sekolah atau kuliah. Saat bekerja atau liputan sungguh banyak pelalaran dan pembelajaran, paling tidak bisa me-refresh atau menyegarkan kembali profesi kita dalam bertugas.
Adalah Taufik Kelana yang sehari-hari bekerja untuk stasion ANTV dan Fadly, koresponden TV One untuk Banda Aceh. Dua anak muda-kebetulan keduanya baru memiliki satu anak mengajari saya menerapkan jurnalisme empati.
Taufik Kelana Ginting yang memiliki akun @kelana_gtg ini memberikan dua botol air kepada keluarga Muslim-adik korban kandung Ishak AB-korban ledakan sumur minyak. Muslim tengah melayani permintaan wawancara rekan media tentang kondisi lokasi kejadian di depan IGD Rumah Sakit Umum Dokter Zainul Abidin, Banda Aceh.
Saya tersentak saat melihat Kelana-begitu kami sering memanggilnya- menyodorkan minuman. Tanpa menunggu lama, Muslim meraihnya seraya menyampaikan terimakasih.
Tak disangka, Kelana yang sehari-hari semrawut ternyata berhati emas. Dia telah mengingatkan saya pada jurnalisme empati yang sering kita pelajari.
Demikian juga dengan Fadly. Pemuda Medan ini pun sangat respon dengan kondisi keluarga korban. Fadly mencoba bersimpati dengan menawarkan menjaga barang Muslim saat ia hendak menyusul ke dalam ruang rawat RSUZA.
Nah, dua pelajaran ini mengingatkan saya pada kondisi kita menempatkan diri sebagai peliput dan orang yang berempati pada kejadian. Jadi, jurnalis tak semata meliput tapi juga bisa menyejukkan mereka yang terkena musih seperti ditunjukkan Taufik dan Fadly.