Pengembangan cluster model diversifikasi
pangan tidak lepas dari pendekatan
analisa awal tingkat keberhasilan suatu
implementasi teknologi di lapangan. Salah
satu potensi pengembangan produk olahan
potensial di masyarakat Cirendeu, Kota
Cimahi, Jawa Barat, adalah rasi (berasan
ubikayu).
Salah satu kendala rasi yang dikembangkan
oleh kelompok tani Cirendeu yaitu
bentukan yang tidak seragam dan struktur
butiran yang rapuh mudah hancur.
Balai Besar Litbang Pascapanen
Kementerian Pertanian telah melaksanakan
analisa SWOT mengenai peluang perbaikan
teknologi pengolahan rasi. Hasilnya,
strategi yang dapat dilakukan di
antaranya yaitu:
1 Mengoptimalkan peran lembaga adat
untuk meningkatkan kemampuan warganya di
bidang penanganan dan pengolahan rasi
melalui sinergi dengan Dinas Pertanian,
BB-Pascapanen dan instansi terkait
lainnya.
2 Mengoptimalkan peran lembaga
penanganan dan pengolahan (UKM) melalui
bimbingan dan berorientasi pada penerapan
GMP.
3 Mengoptimalkan peran lembaga
pemasaran yang ada dengan memperluas
jangkauannya.
4 Meningkatkan kemampuan wirausaha
masyarakat Cireundeu melalui proses
difusi teknologi dan peningkatan sistem
manajemen.
Inisiasi perbaikan teknologi dari BB
Litbang Pascapanen di kawasan
pengembangan diversifikasi pangan di Kota
Cimahi dilakukan dengan Bimbingan Teknis
Pengolahan Rasi (Rasi, Rasi Goreng, Rasi
Uduk) dengan teknologi ekstrusi.
Kelebihan teknologi ini diperoleh hasil
butiran rasi yang lebih kokoh, seragam,
praktis, dan awet.
Formulasi bahan baku yang dipergunakan
dapat disesuaikan dengan nilai
fungsional, seperti penambahan kacang-
kacangan dalam formulasi untuk
meningkatkan kadar protein rasi yang
dihasilkan.
Teknologi ekstrusi yang dikembangkan BB
Pascapanen di Kota Cimahi memilki
kelebihan, yaitu bisa menghasilkan produk
selain rasi yaitu mi, makaroni, dan pasta
keong yang semuanya bisa diolah dengan
menggunakan bahan baku tepung ubikayu.
Kelebihan mi dan pasta tersebut bisa
dihasilkan tanpa menggunakan terigu sama
sekali atau bebas gluten. Hal ini
tentunya menurunkan potensi impor terigu,
di samping menurunkan tingkat
ketergantungan akan produk beras dari
padi.