Dalam mencetak kader generasi masa depan tentunya mesti dipersiapkan sejak awal.membatasi anak -anak dari perilaku yang tidak bermanfaat.membatasi anak-anak dari terlalu banyak bermain sehingga melalaikan tugas mereka buat belajar.
Masa libur panjang mulai dari puasa ramadhan sampai dengan tanggal 16 Juli termasuk salah satu tantangan bagi orang tua untuk terus menjaga anak-anak jangan sampai saat kembali masuk sekolah sebahagian besar mata pelajaran yang telah mereka pelajari bisa sampai lupa.
Berpijak dari masalah inilah saya berinisiatif membuka kelompok belajar anak-anak.tujuan utama dari kelompok belajar ini adalah mengawal pengetahuan anak saya sendiri.tetapi kemudia karena melihat sisi positif sudah ada beberpa anak-anak tetangga yang ikut bergabung.
Kelompok belajar ini tidak berfokus pada pelajaran di sekolah saja.tapi semua mata pelajaran kembali di ulang secara bersama-sama.bahkan kini mereka juga kami ajarkan tentang pengetahuan agama islam sebagai agama yang telah mereka yakini.
Proses belajar di sini adalah dengan memakai metode diskusi aktif.setelah anak-anak mendapat pengarahan terhadap materi selanjutnya anak-anak akan mulai mencari contoh lain dan metode lain untuk permasalahan yang sama.
Anak-anak juga dilibatkan dalam kegiatan sosial semisal minggu bersih.hal ini tentunya demi mencetak generasi - generasi yang siap bersaing dimasa depan.
Disamping belajar anak-anak juga kami beri masa mengekspresikan masa anak-anaknya.bahkan tidak jarang kami juga ikut bermain bersama mereka.tentunya jenis permainan yang kami pilih adalah yang bermanfaat pada kesehatan fisik dan mental.
Setelah satu tahun kelompok ini kami aktifkan sudah tampak adanya perkembangan mereka baik dalam hal penguasaan mata pelajaran disekolah ataupun tentang interaksi sosial mereka dengan lingkungnnya.