Selamat Sore menjelang malam ... pa kabar di sore menjelang senja ini, semoga semua steemian dalam keadaan sehat. Senja sore ini langit masih terasa panas, namun beberapa hari yang lalu hujan selalu menghampiri kita di sore hari dan malam hari, namun dari ini matahari telah menyinari bumi, cuaca panas telah membuat genangan air yang kemarin banyak, sedikit demi sedikit semakin mengurang.
Sore ini saya ingin menuliskan agenda yang saya laksanakan setelah saya mendampingi pak bupati bertemu dengan ADB (Asia Development Bank), sore saya mendapatkan telepon dari salah seorang anak mahasiswa UNIMAL, dia mantan ketua BEM Fakultas FISI UNIMAL, dia menyakan apa ada waktu untuk bertemu, saya jawab untuk kalian saya selalu punya waktu, dan tak lama mereka sampai di pendopo bupati aceh utara. mereka memberikan undangan kepada bupati untuk acara mereka di Fakultas FISIP, kegiatannya adalah *Pekan Politik Kebangsaan.
Nah saat saya baca ToR (term of referensi) yang, mereka berikan ke saya untuk pak bupati, saya menjadi tersenyum, karena tema yang mereka angkat sangat kontektual yaitu "Implementasi soal MoU Helsinki dan UUPA untuk Pembanguan Aceh Utara dan Lhokseumawe", lalu saya mengatakan pada mereka, saya salut dengan apa yang akan kalian dalam acara yang akan kalian laksanakan, karena saat ini sangat sedikit dari mahasiswa yang mau peduli dengan MoU Helsinki dan UUPA, kenapa saya katakan begitu, MoU lah yang membuat aceh saat ini menjadi semakin baik, dan semakin damai dan semakin nyaman, dari MoU Helsinki maka lahirlah sebuah regulasi yang khusus untuk aceh yaitu UUPA. UUPA adalah produl hukum, namun proses lahirnya bukan karena di lihat pentung bagi aceh, tapi dia lahir dari proses poltik panjang yang harus di lalui oleh aceh, ke khususan ini semakin tereduksi dengan adanya beberapa gugatan ke MK (Mahkamah Konstitusi).
Pendiskusian kami semakin tajam dan semakin alot, saya mendengarkan apa yang menjadi semangata mereka, dan saya memancing semangat mereka untuk terus menjaga MoU Helsinki dan UUPA Dan di sela-sela diskusi dengan mereka saya dapat kabar kalau salah satu sahabat saya yaitu Kamaruddin.SH (Pengacara), sedang berada di lhokseumawe, lalu saya mencoba menghubungi beliau untuk meminta waktu diskusi sambil kita ngopi di malam hari, beliau mengatakan, oke ... jam 8 ya, tepat jam 8 saya sudah berada di warung kopi yang sudah kami sepakati, lalu saya menghubungi beberapa anak mahasiswa FISIP UNIMAL yang tadi bertemu dengan saya. Saya minta mereka datang ke warung kopi, karena kita akan bertemu dengan salah seorang pengacara yang saat ini sedang mendampingi klien nya yaitu Kautsar dan Tiyong, mereka berdua adalah anggota DPRA (Dewan Perwakilan Rakyat Aceh), yang sedang menggugat UU Pemilu.
Tak lama kemudian semua mahasiswa yang saya telpon sudah berkumpul serta Kamarudin SH juga sudah berada di tempat, saya dan udin (sebutan untuk Kamaruddin SH), kami saling bercanda dan saling berkelakar, kadang-kadang kami membicarakan memori saat kami berada di LBH Banda Aceh, saya memang bukan lulusan Hukum, tapi dari tahun 1999 saya sudah bersama dengan LBH Banda Aceh dalam memberikan pembelaan kepada korban kekerasan, dan saya adalah paralegalnya LBH Banda Aceh, dan karena saya juga di lembaga Kemanusiaan PCC (People's Crisis Centre), yaitu lembaga yang focus pada penanganan pengungsi konflik di aceh, maka candaan kami masih seputaran masa lalu saat kamu demo, saat kami buat aksi bersama dan saat kami melakukan kerja-kerja advokasi. Namun malam ini saya meminta pada udin untuk diskusi khusus tentang UUPA (Undang-Undang Pemerintah Aceh), yang saat ini sedang hangat di bicarakan, maka saya meminta pada udin memberikan gambaran tentang kondisi kekinian UUPA dan juga perkembangan gugatan UU Pemilu yang sedang di lakukan oleh beberapa orang dan juga kelembagaan DPRA.
Udin mengatakan, UUPA adalah modal dasar bagi orang aceh dalam melakukan pembangunan di aceh, jika UUPA ini semakin tereduksi atau di cabut maka nilai dari UUPA itu sama seperti UU lainnya, artinya dia tidak KHUSUS lagi, jadi Lex Spesialis akan menjadi Lex Generalis, maka perlu membangun kerangka berpikir yang sama soal UUPA.*** Bahwa UUPA ada milik orang Aceh***, jika ini sudah menjadi satu pemahaman kita maka UUPA akan menjadi ruh dalam kita membangun aceh yang gemilang, diskusi semakin alot dengan berbagai pertanyaan yang di ajukan, pertanyaan-pertanyaan kritis yang di ajukan oleh anak muda masa depan aceh, semakin membuat saya yakin UUPA adalah harga mati bagi aceh
***Ini link berita anak muda hebat : http://aceh.tribunnews.com/2017/08/22/ini-tujuan-kautsar-dan-tiong-gugat-uu-pemilu-ke-mk***
Steemian itulah agenda lanjutan saya semalam, semoga berguna bagi saya dan berguna bagi kita semua.
Terima Kasih kepada kurator Indonesia
@levycore,
@aiqabrago, Team NSC Steem Minnow project mengucapkan
Selamat Bergabung dengan Komunitas Nanggroe Steemit Community (NSC) / Project Minnow NSC, Klik disini atau https://discord.gg/7cgkwtS
Team Work
@abunagaya
@binjeeclick
@safwaninisam
@rismanrachman
@steem77
@rayfa
@bukharisulaiman
@fujaxxi
@ridwant
@aziz
@munawir91
@azkadzaky
@janvanhoess
@bukhairidin
@nazarashy
@hasanuddin
@taministy
@mushthafakamal
@teukukemalfasya,
@suheri.
Apabila tulisan ini bermamfaat maka Follow Upvote Comments dan Resteem, jika ada pertanyaan lebih lanjut silahkan isi kolom komentar.
Keep posting keep sharing steem on steem it
Salam
@stem77