Mesjid syuda terletak disebuah desa yang dekat dengan kecamatan geudong , disini tempat Aku mengaji dulu diwaktu kecil dan menghabiskan waktu sore bermain pekarangan nya ,Indah masa itu , jauh Dari pikiran kacau , Yang Aku tau hanya bermain Dan Malam mengaji lalu bangun pagi untuk sekolah.
Kian Hari badan Makin tinggi , pikiran makin luas yang biasanya hanya menghabiskan waku untuk bermain sekarang malah lebih kepikiran kedepannya harus seperti apa , kata pendahulu umurku memang hampir semua sebegitu seusiaku memang mulai banyak berpikir dan tak jarang ada yang ingin kembali kemasa kanak-kanak , hehe ada-ada sajalah .
Satu hal yang paling menganjal dibenak , kapan sukses ? Harus bagaimana ? Dapat modal dari mana ? , Dan yang paling sakral adalah kapan bisa nikah ? Wkwkkwkw masih muda tapi sudah terlampau tua .
Oh iya aku termasuk manusia mileniels katanya aneh tapi banyak yang pinter , ngak usah kerja tapi bisa dapat duit banyak , ya begitulah gambaran jamanku serba sosial media , mau micin, toge, asam sunti semua Di endorse dan kerja yang paling keren jamanku adalah menjadi endorsement . Tak jarang manusia jadi kontroversi karena ingin mendapat tempat itu apa saja dilakukannya asal terkenal , dulu TV yang nomer satu tapi tidak diera ini , malah sosial media lebih nerpengaruh Dalam segalanya bidang, orang lebih pintar dengan telpon pintarnya , bagi yang memberi komentar dimedia sosial pun memiliki debutante khusus , ya Netizen , ini adalah pengaruh penting dan pengadil yang berlebihan bijak dimedia sosial , bahkan tak jarang yang nilai raportnya 5 bisa terlihat bak professor setelah menyandang predikat sebagai Netizen , haha maaf izin ketawa.
Ya begitulah kira-kira jamanku , aku dengan was-was dan bangga memperkenalkan "Aku generasi mileniels* salam anak muda selalu sehat dan berbahagia , boleh pintar tapi lebih jeli dalam menggunakan media sosial.