Firstly, let me introduce what's my name,
St Musdalifah
Di Indonesia, saya merasa serba salah punya nama yang terdiri dari dua huruf tanpa huruf vocal di salah satu kata dari nama tersebut. Yaa memang dari dulu sudah salah. Saya tidak menyalahkan orang tua, kalo secara bahasa memang kurang tepat dalam pengartiannya. Tapi mau bagaimana lagi? Saya berasal dari Sulawesi tepatnya Makassar, di sana kadang nama itu disingkat sesuka hati yang menulis, seolah semua orang paham apa arti dari nama yang disingkatnya. Misal M untuk Muhammad, A untuk Andi', kalau di Jawa biasanya RR untuk Raden Roro. Nah kalau St? Apa itu St? Saint? Street? Sultan? Atau Sarjana Teknik? Hehehe...
St itu singkatan dari Siti. Nah Siti sendiri merupakan perubahan kata 'Sayyidati' yang artinya tuanku(untuk perempuan)/nyonya dalam bahasa arab. Dulunya saya kurang paham soal nama-nama ini. Jadi selama saya duduk di bangku sekolah, saya selalu manulis nama St Musdalifah di pojok kiri atas lembar kertas ujian. Mana tahu kalau nama itu persoalan yang bisa dibilang case-sensitive. Alhasil setelah saya ujian akhir, keluarlah ijazah bertuliskan nama ST MUSDALIFAH. Akte kelahiran saya pun diganti menjadi St, karena sulitnya mengganti ijazah dari pada mengganti akte kelahiran.
Jadi di sini selain saya bercerita, saya mau memberikan sedikit saran. Jangan sampai menyesal karna kesalahan penulisan nama saat ujian.
Terima kasih.