Teman-teman di Indonesia khususnya Aceh ingin sekali dapat informasi yang real, saya berpikir, bahwa memang layaknya teman-teman mesti tahu setiap informasi yang berguna terutama tentang beasiswa ke luar negeri. Pada kesempatan ini saya ingin berbagi sedikit cerita. Hal yang paling utama studi ke luar negeri adalah
berapa besar tunjangan hidup yang diberikan Pemerintah Tiongkok selama sebulan? Namun tidak hanya tunjangan hidup saja yang membuat saya termotivasi tetapi peluang dan kesempatan untuk kuliah ke cina lebih mudah di dapatkan. Biaya hidup yang relatif murah namun pendidikan tidak kalah dengan negara-negara dibelahan barat, bahkan murahnya biaya hidup juga tidak tergoyahkan oleh krisis dan kemajuan ekonomi di cina.
Cina yang dikenal dengan negara komunis ini menerapkan beberapa peraturan yang harus dipatuhi oleh pemerintah dan warga negaranya, Pemerintah cina benar-benar berusaha untuk membuat warganya makmur dan tidak ada lagi rakyat yang merasa kekurangan. Industri, Teknologi, usaha rumah tangga, pabrik-pabrik dan banyak lagi jenis usaha kecil di cina yang sangat di perhatikan oleh pemerintah dengan bertujuan untuk meningkatkan perekonomian di China. Banyak pengusaha-pengusaha besar yang berasal dari Amerika dan Eropa, menjadi daya tarik sendiri untuk berinvestasi di China, dengan melihat peningkatan perekonomian di cina yang semakin tumbuh melesat cepat.
Jadi tidak heran kenapa banyak sekali pelajar mancanegara berlomba-lomba untuk dapat kuliah di negara ini. Mulai dari fasilitas yang lengkap tersedia di asrama, kampus, dosen pengajar yang berkompeten dan fasilitas hidup yang semakin menarik khususnya mahasiwa Indonesia. Biaya hidup yang di berikan perbulan tersebut tidak termasuk syarat untuk membayar biaya gedung/asrama, listrik, air dan biaya SPP. Tunjangan perbulan yang di berikan dipergunakan untuk biaya makan, transportasi, buku dan sebagainya. Dengan biaya hidup yang diberikan tersebut setiap penerima beasiswa dilarang untuk kerja, dengan demikian pemerintah China mengharapkan bagi pelajar penerima beasiswa untuk fokus belajar di cina bukan untuk bekerja. Beasiswa yang di berikan oleh pemerintah China merupakan salah satu cara bagaimana negara cina memajukan pendidikan di Negaranya.
China memberikan program belajar bahasa Mandarin selama enam bulan sampai dengan setahun. Nah, dengan program belajar bahasa yang disediakan, ini bagian dari memotivasi saya untuk berani kuliah di China. Ini merupakan kesempatan dan peluang untuk menuntut ilmu bahasa Mandarin, kini bahasa mandarin yang semakin populer di dunia.
Masyarakat China sangat terbiasa dengan kerja cepat dan disiplin. Mereka tidak pernah menunda pekerjaan tersebut apabila bisa diselesaikan dengan cepat. Kedisiplinan mereka juga terlihat dari cara mereka selalu membiasakan diri untuk bersabar dan mengantri meskipun antrian tersebut sangatlah panjang.
Sistem belajar yang diterapkan juga santai dan nyaman, belajar pun santai dan tidak memakan banyak waktu yang bisa membuat mahasiswa jenuh dan bosan, bolos adalah hal yang terlarang disini. Kemudahan yang Allah berikan kepada saya untuk lulus beasiswa ke cina, biaya hidup yang murah, sistem kerja dan sistem belajar yang bagus, dan program belajar bahasa yang di berikan merupakan rejeki yang harus selalu saya syukuri dan berguna bagi Bangsa dan Agama. Semoga teman-teman di Aceh bisa mengikuti jejak saya disini. Jika Program Nasional dengan wonderfull Indonesia, kelak akan menjadi Amazing Aceh' di mata dunia. Allahumma Amin.
Changchun, 22 Oktober 2017. Desi Yuliana, Mahasiswi program Magister di Northeast Normal University.