[Puisi] Berikutnya

sesepuh(46)
Published in
#poetry
Words
74
Reading
1 min
Listen
Play
8y

image

aku tunggu-tunggu
pertama sekali
bergejolak berbutiran
saru berleha-leha

aku sesegukan pada canda
atau malah berkata pada diamnya
aku jejali kuala-kuala peka
bertukaran pada nuansa

ajudan meriah duhai terangkat
seringkali jurang di perbatasan
bukan bulan yang sedang bias
lumatku habis berteka-teki

venom
seungkap adanya raut
menggila di jaga lelap
agung sudah ditinggi-tinggi
cempaka tak berbunyi lagi

hariku melipir
menyetir huruf satir
mekar tumbuh disisir
berikutnya aku berpasir
bertanah dan berdesir
di lapang tempat yang getir

[Puisi] Berikutnya | Ecency