Maraknya berdirinya "pabrik kayu" di daerah sekitar pegunungan sebenarnya meresahkan.
Sumber foto : Sendiri
Mereka para bos pemburu kayu ke gunung-gunung membeli lalu menebangnya. Itu dilakukan setiap hari.
Entah berapa gelondong kayu yang telah mereka proses menjadi sedemikian rupa demi keuntungan semata tanpa memperhatikan efek jauh ke depan.
Namun praktik ini sudah dilakukan puluhan tahun, sehingga membuat warga sekitar juga ikut menggantungkan nasibnya dengan pabrik pabrik ini. Dari yang operator sampai ke pencari kayu limbah.
Parahnya, hasil olahan mereka tidak langsung dibentuk menjadi barang jadi, seperti almari pintu atau bahan untuk rumah, namun untuk diekspor ke luar. Dimana nantinya hasil ekspor akan kita impor lagi.
Byueh.. Susah wes kandanane.
Sekian.