I began to introspect myself, I was an amateur, self-taught, still blind and unstable but now I have been able to say a word, I want to be the brightest star, I want to do something until you say he is the star. I ran as hard as I will never fear falling.
play sportsmanship sharpening ability to invade melakukab movement fast sharing manufer I spare character with various power.dicaci, insulted, hated it has become my morning meal, blaspheme dicibir dicedish it all I do not care
My belief in my friends now dropped dramatically, many evil people stood in the finish line, many people I've helped with just without salaried I was willing to do everything, after he was able to stand, he just stepped on me. after he was able to run I was hit hard.
I try to dare to step forward, obstacles and obstacles do not make me stop, survive despite the trials as I come I try to prove to you that I am the star.
I wrote something about the poetic painting of the tactical line of the painting almost run out though a bit sadistic, the painting I wrote was not as beautiful as the reality, I used to be insulted and now I can say in front of the mouth of the mouth that can eject.
I will continue to work and should continue, exist tensi awake, we see the remaining search for identity and now I find the figure of a friend who is able to give me a solution, the way out is hampered because the time is not right not the wrong action but wrong delivery
the simplicity I show you is proof that pride makes your steps stop, if your question is unanswered then do introfekso yourself before the dream fell asleep.
Aku mulai intropeksi diri , dulu aku amatir, otodidak, masih buta dan labil tetapi sekarang aku telah bisa olah kata menjadi sebuah tulisan, aku ingin menjadi bintang yang paling terang, a ku ingin berbuat sesuatu hingga kalian berkata dialah sang bintang. aku berlari sekuat tenaga aku tidak akan pernah takut jatuh.
bermain sportif asah kemampuan untuk menyerbu melakukab gerakan cepat berbagi manufer aku luangkan karakter dengan berbagai power.dicaci, dimaki, dibenci itu sudah menjadi santapan pagiku, dihujat dicibir difintnah itu semua tidak aku pedulikan
kepercayaan ku kepada teman kini menurun drastis, banyak manusia jahat berdiri digaris finis, banyak manusia yang sudah kubantu dengan cuma cuma tanpa digaji aku rela melakukan semuanya, setelah dia mampu berdiri, dia malah menginjak aku. setelah dia mampu berlari aku dipukul dengan telak.
aku mencoba beranikan diri untuk melangkah kedepan, halangan dan rintangan tidak membuat aku berhenti, tetap bertahan meskipun berbagai cobaan sealu datang aku mencoba membuktikan kepada kalian bahwa akulah sang bintang.
aku menulis sesuatu tentang lukisan penuh puitis garis garis taktis kulukis nyaris habis meskipun sedikit sadis, lukisan yang kutulis tak seindah kenyataannya, aku dulu dihina dan kini aku bisa berkata didepan mulut mulut yang mengeluarkan bisa.
aku akan terus berkarya dan harus terus bisa, eksis tensi terjaga, kita lihat yang tersisa mencari jati diri dan kini kudapati sosok teman yang mampu berikan aku solusi, jalan keluar terhambat karena waktu yang tak tepat bukan salah tindakan tetapi salah penyampaian
kesederhanaan kutunjukan kepada kalian adalah sebagai bukti bahwa kesombongan membuat langkah kalian terhenti, jika pertanyaanmu belum terjawab maka lakukan introfekso diri sebelum mimpi terlelap.