Selamat siang sahabat, senang sekali siang ini kita bertemu kembali.
Seraya minum kopi siang saya menulis sesuatu tentang fenomena warung kopi diaceh.
Beberapa orang sabat saya ada yang mengatakan bahwa apabila ingin melakukan kegiatan penelituan sosial diaceh ada hal penting dan tudak boleh dilupakan yaitu, mesjid, meunasah dan dayah (pesantren), selain daripada yang tersebut diatas ada juga yang menganggap bahwa warung kopi adalah satu tempat yang tidak bokeh tidak dilupakan ketika akan melakukan kegiatan penelitian. Bahkan salah seorang teman saya yang ikut minum kopi bersama saya nengatakan bahwa warung kopi sebagai pranata sosial diaceh justru mulai menggeser kedudukan meunasah
Warung kopi diaceh memainkan peran penting sebagai tempat penyebaran informasi masakah masalah publik ketika sumber sumber informasi yang modern tidak tersedia, juga karena banyak waktu luang yang dimiliki laki laki dewasa dalam masyarakat sehingga bisa duduk berlama lama diwarung kopi, hampir semua kalangan masyarakat menjadikan warung kopi sebagai tempat melakukan berbagai macam bentuk pertemuan dan silaturrahmi.
tidak dapat dipungkiri bahwa warung kopi diaceh memang cukup fenomenal dan didalamnya ada terlihat negosiasi negosiasi informal, bahkan pada masa darurat militer sekalipun pun warung kopi diaceh tetap ramai dikunjungi oleh para pennikmat kopi, meskipun pada waktu itu warung kopi diaceh tidak sebanyak sekarang dan tutup lebih awal, sejak zaman konflik sampai sekarang warung kopi diaceh sudah menjadi tempat mendiskusikan isu publik dan sharing berbagai informasi.
Demikian sedikit tulisan saya pada siang ini tentang warung kopi diaceh
Salam steemit dan sukses selalu.